Bulan Depan, Bio Farma Akan Luncurkan Vaksin Covid-19 Indovac



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bio Farma (Persero) bersiap meluncurkan vaksin Covid-19 buatan dalam negeri yang diberi nama Indovac. Saat ini, pengembangan vaksin tersebut sedang berada dalam tahap uji klinis fase III.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, pihaknya menargetkan pada minggu pertama atau kedua bulan September 2022 vaksin Indovac bisa dirilis ke publik. "Kami masih tunggu laporan hasil uji klinis dari BPOM," kata dia di Gedung Kementerian BUMN, Senin (22/2).

Vaksin Indovac merupakan hasil kerja sama antara Bio Farma sebagai pengembang dengan Baylor College of Medicine (BCM) sebagai penyedia seed atau bibit vaksin. Vaksin ini dikembangkan dengan berbasis sub unit Protein Rekombinan.


Baca Juga: Vaksin Merah Putih Diharapkan Dapat Digunakan untuk Booster

Honesti menyebut, vaksin Indovac akan difokuskan untuk penyuntikan booster atau vaksin ketiga serta penyuntikan vaksin kepada anak-anak. Di tahun ini, vaksin Indovac akan diberikan secara gratis kepada masyarakat, mengingat pemerintah masih menanggung biaya pembuatan dan distribusi vaksin tersebut melalui APBN.

Sedangkan di tahun depan, apabila pemerintah tak lagi menyediakan anggaran untuk vaksinasi Covid-19, maka Bio Farma akan menetapkan tarif untuk penyuntikan vaksin Indovac. Namun, Bio Farma memastikan tarif vaksinasi tersebut tidak akan memberatkan masyarakat. "Kemungkinan bisa di bawah Rp 100.000 harga vaksinnya," kata Honesti.

Ia pun yakin Bio Farma mampu memenuhi kebutuhan vaksinasi Covid-19 dengan menggunakan vaksin Indovac. Ini mengingat Bio Farma Group memiliki kemampuan produksi obat dan vaksin secara keseluruhan mencapai 3 miliar dosis dalam setahun.

Kemandirian vaksin Covid-19 dianggap sangat penting bagi Bio Farma. Ini mengingat fakta bahwa pandemi belum berakhir. Ketika di awal vaksin Covid-19 ditemukan, banyak negara besar dengan finansial kuat berlomba-lomba mengamankan suplai vaksin untuk mereka sendiri.

Baca Juga: Awas, Positivity Rate Covid-19 Di Jakarta Melebihi Nasional, RT Zona Merah Bertambah

Indonesia yang memiliki 270 juta penduduk pun tidak bisa selamanya mengandalkan stok vaksin dari luar negeri,  sekalipun beberapa kali Indonesia juga memperoleh hibah vaksin ketika produk tersebut sempat mengalami kelebihan pasokan secara global di akhir tahun 2021.

"Kalaupun pandemi berakhir, vaksin Indovac tetap dibutuhkan walau mungkin statusnya bakal sama seperti vaksin untuk penyakit flu biasa," tandas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .