Bulog antisipasi kenaikan harga beras akhir tahun



MEDAN. Bulog Sumatera Utara mulai menggelar operasi pasar atau OP beras untuk mengantisipasi lonjakan harga beras yang bisa terjadi mendekati akhir tahun.

"Langkah OP dinilai penting karena meski sudah deflasi di September, ada kekhawatiran terjadi inflasi di akhir tahun antara lain dampak kenaikan harga beras," kata Kepala Perum Bulog Sumut, Fasika Khaerul Zaman di Medan, Jumat (2/10).

Dia mengatakan itu dalam laporan ke Presiden Joko Widodo dan Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti dalam acara teleconference menyangkut mulai digelarnya OP beras dan penyaluran tambahan beras untuk keluarga sejahtera (rastra) yang sebelumnya disebut dengan beras warga miskin (raskin) secara nasional.


Teleconference itu dilangsungkan dari empat daerah dimulai Medan, Sumut, Semarang, Jawa Tengah, Surabaya, Jawa Timur dan Bandung, Jawa Barat.

Di Jakarta, Presiden Joko Widodo didampingi Dirut Bulog Djarot Kusumayakti dan beberapa menteri.

Fasika menjelaskan, OP beras tahap awal akan dilakukan di Kota Medan sekitar 100 ton.

Sementara stok beras rastra ke-13 dan 14 dinyatakan siap disalurkan karena stok cukup aman atau sekitar 45.000-an ton.

"Harga beras di Medan memang masih stabil di kisaran Rp 8.500 - Rp 10.000 per kg.Tetapi harus tetap diantisipasi agar jangan tiba-tiba naik mendekati Natal dan tahun baru," katanya.

Dirut Bulog, Djarot Kusumayakti kepada Kepala Bulog di empat provinis itu meminta kesiapan Bulog di daerah menjaga kestabilan harga beras di pasar dimana OP adalah salah satu cara terbaik.

Dengan OP, selain ketersedian mencukupi, harga bisa terkendali.

Adapun soal penyaluran rastra, kata Dirut Bulog itu, harus disalurkan tepat waktu dengan beras yang berkualitas baik.

"Kalau ada rastra yang ditemukan tidak bagus, Bulog harus mengganti segera mungkin," katanya.

Usai mendengarkan laporan dan dialog Dirut Bulog dan Kepala Bulog Sumut, Semarang, Surabaya dan Bandung itu, Presiden melepas armada pengangkut rastra dan OP Bulog. (Evalisa Siregar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia