Bulog Gandeng Penggilingan Padi Demi Jaga Mutu Beras di Tengah Stok 5,4 Juta Ton



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog menegaskan pengelolaan cadangan beras pemerintah (CBP) kini tidak hanya berfokus pada peningkatan volume stok, tetapi juga menjaga kualitas beras. 

Dengan stok beras yang telah mencapai 5,4 juta ton, Bulog memperkuat kemitraan dengan pelaku usaha penggilingan padi untuk memastikan mutu beras tetap terjaga hingga ke tangan masyarakat.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan keberhasilan pengelolaan CBP tidak hanya ditentukan oleh besarnya volume pengadaan, tetapi juga konsistensi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga mutu beras sejak proses penggilingan, penyimpanan, hingga penyaluran.


Baca Juga: Mentan Targetkan Penanganan Kasus Beras Fortifikasi Rampung Dalam Sepekan

Menurut Rizal, stok beras yang besar membuat perhatian Bulog kini bergeser dari sekadar pengadaan menjadi menjaga kualitas selama masa penyimpanan hingga proses distribusi. 

Oleh karena itu, perusahaan memperkuat sinergi dengan pengusaha penggilingan padi sebagai mitra strategis dalam menjaga standar mutu beras nasional.

"Kualitas beras adalah tanggung jawab kita bersama. Stok yang besar harus diiringi dengan kualitas yang terjaga. Karena itu, saya mengajak seluruh mitra penggilingan untuk terus meningkatkan standar pengolahan, menjaga konsistensi mutu, dan memperkuat kolaborasi dengan Bulog agar masyarakat menerima beras dengan kualitas terbaik," ujar Rizal saat berdialog dengan para pengusaha penggilingan padi se-Bandung Raya di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dikutip dari keterangan pers, Minggu (2/8/2026). 

Dalam kesempatan tersebut, Rizal juga meninjau salah satu mitra penggilingan padi, CV Sarana Putra 2 di Kabupaten Sumedang. 

Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung proses produksi mulai dari penerimaan gabah, penggilingan hingga hasil akhir beras guna memastikan seluruh tahapan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan BULOG.

Selain mengunjungi mitra penggilingan, Rizal menginspeksi Gudang Filial Kordon untuk memastikan kesiapan fasilitas penyimpanan Cadangan Beras Pemerintah. 

Pemeriksaan meliputi kualitas fisik beras, kebersihan gudang, sistem penyimpanan, sirkulasi stok hingga kesiapan sarana pendukung agar mutu beras tetap terjaga selama masa penyimpanan.

Rizal mengatakan Bulog juga memperkuat pengamanan gudang melalui sinergi dengan TNI dan Polri guna menjaga keamanan stok Cadangan Beras Pemerintah.

Baca Juga: Bank Dunia: 48% Pelaku UMKM Batasi Penggunaan QRIS agar Tak Mudah Dipantau Pajak

"Kami memastikan sistem pengamanan gudang berjalan optimal. Pengamanan gudang-gudang BULOG diperkuat melalui sinergi dengan personel TNI dan Polri guna menjaga keamanan stok Cadangan Beras Pemerintah sehingga proses penyimpanan dan distribusi dapat berlangsung secara aman, tertib, dan lancar," katanya.

Menurut Rizal, kolaborasi antara BULOG, pelaku usaha penggilingan padi, pemerintah, serta aparat keamanan menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas beras nasional. 

Ia berharap sinergi tersebut terus diperkuat untuk mendukung pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News