KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perum Bulog menegaskan seluruh komoditas pangan yang disalurkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan merupakan barang subsidi pemerintah. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, beras yang dipasok Bulog untuk program MBG seluruhnya merupakan beras premium, sehingga tidak menggunakan stok beras program subsidi.
Baca Juga: VinFast Gandeng Green SM, Dorong Mobil EV Jadi Sumber Pendapatan “Tidak ada. Beras yang kami salurkan untuk MBG adalah beras premium. Jadi tidak ada beras subsidi yang diberikan ke MBG,” ujar Rizal dalam konferensi pers di Kantor Perum Bulog, Selasa (4/8/2026). Rizal juga memastikan komoditas lain yang disalurkan Bulog untuk mendukung program MBG, termasuk minyak goreng, tidak berasal dari barang subsidi pemerintah. “Termasuk MinyaKita. Yang kami salurkan ke program MBG itu produk premium,” tegasnya. Pernyataan tersebut sejalan dengan kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang melarang dapur penyelenggara MBG menggunakan berbagai komoditas bersubsidi untuk kebutuhan operasional.
Baca Juga: Laba KAI Anjlok 73% di Semester I, Beban Investasi Proyek Whoosh Jadi Pemicu Sebelumnya, Kepala BGN Sudaryono menegaskan dapur MBG dilarang menggunakan MinyaKita, gas LPG 3 kilogram (kg), maupun beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). “Tidak boleh masak untuk MBG memakai MinyaKita, tidak boleh memakai gas melon 3 kg, dan tidak boleh memakai beras SPHP,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Senin (27/7/2026).
Sudaryono menegaskan, BGN akan memberikan sanksi kepada dapur MBG yang terbukti menggunakan barang bersubsidi. Sanksi tersebut dimulai dari surat teguran hingga penghentian operasional apabila pelanggaran terus dilakukan.
Baca Juga: IWIP Gandeng ITB Perkuat Ekosistem SDM Industri Nikel “Kalau ada, misalnya awak media menemukan di media sosial, silakan dilaporkan. Dapur mana yang menggunakan MinyaKita, nanti akan kami beri surat teguran, surat peringatan. Kalau memang tetap ngeyel dan bandel, ya kami tutup dapurnya,” tegasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News