KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum BULOG memastikan ketersediaan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kondisi aman. Bulog mencatat total stok beras yang tersedia untuk mendukung kebutuhan di NTT mencapai sekitar 93.782 ton. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan stok tersebut berasal dari persediaan beras yang saat ini berada di NTT sebesar 26.336 ton serta tambahan pasokan yang didorong dari sejumlah wilayah sebesar 67.446 ton. “Stok kami ke depan di NTT adalah 93.782 ton. Oleh karena itu, stok pasti mencukupi untuk kebutuhan di NTT,” ujar Ahmad Rizal dalam konferensi pers di Kantor Bulog, Minggu (23/8/2026).
Dia menjelaskan, kebutuhan beras untuk mendukung penanganan bencana di NTT, termasuk antisipasi apabila masa tanggap darurat diperpanjang, diperkirakan mencapai 18.900 ton.
Baca Juga: Mentan: Pasokan Beras di NTT 39.000 Ton, Dukung Kebutuhan Pangan Korban Gempa NTT Perhitungan tersebut menggunakan kebutuhan awal selama 14 hari masa tanggap darurat sebesar 1.890 ton. Namun, Bulog mengantisipasi kemungkinan perpanjangan masa tanggap darurat hingga 10 kali sehingga kebutuhan beras untuk bantuan bencana diproyeksikan mencapai 18.900 ton. Selain kebutuhan tanggap darurat, Bulog juga memperhitungkan penyaluran bantuan pangan Presiden untuk alokasi tiga bulan, yakni Agustus, September, dan Oktober 2026. Total kebutuhan untuk bantuan pangan tersebut mencapai 25.578 ton. Dengan demikian, total kebutuhan beras di NTT untuk bantuan bencana dan bantuan pangan selama tiga bulan diperkirakan mencapai 46.368 ton. Jika dibandingkan dengan ketersediaan stok yang mencapai 93.782 ton, Bulog memperkirakan masih terdapat cadangan sekitar 47.414 ton setelah seluruh kebutuhan tersebut terpenuhi. "Oleh karena itu stok pasti mencukupi untuk kebutuhan di NTT, yaitu 93.786 ton stok tersedia dan dikurang dengan kebutuhan tadi yang ada, baik dari kebutuhan bencana alam sampai dengan bantuan tangan, 46.398 ton, sehingga masih ada stok sisa sekitar 47.444 ton," tegas Ahmad.
Baca Juga: Hari Kelima Gempa NTT, Pemerintah Kirim 65 Ton Logistik Lebih lanjut, BULOG memastikan distribusi bantuan tetap berjalan meski sejumlah wilayah terdampak mengalami kerusakan infrastruktur. Ahmad mengatakan penyaluran dilakukan dengan menggandeng TNI-Polri, BNPB, pemerintah daerah, serta kementerian terkait. “Jalan banyak yang rusak, banyak yang longsor. Kami minta bantuan teman-teman TNI-Polri pakai sepeda motor untuk dorong logistik ini,” katanya. Ahmad menambahkan, BULOG juga telah mengantisipasi potensi gangguan keamanan pada fasilitas penyimpanan dengan mempercepat distribusi logistik ke tujuh kabupaten/kota terdampak.
Bulog sebelumnya menginstruksikan distribusi minimal 20 ton beras dan 1.000 liter minyak goreng ke setiap kabupaten/kota yang terdampak parah. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari antisipasi berdasarkan pengalaman penanganan bencana sebelumnya. “Begitu kemarin langsung kami distribusikan dorongan logistik-logistik itu ke tujuh kabupaten kota yang sangat parah ini. Alhamdulillah semua gudang kita aman terkendali,” ujar Ahmad.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Turun ke NTT, Pemerintah Siapkan Dukungan Pemulihan Ekonomi Pascagempa Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News