KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum BULOG menyiapkan pembangunan pabrik karung plastik setelah membukukan keuntungan Rp 2,4 triliun per 26 September 2026. Pabrik tersebut akan dibangun secara bertahap, dengan Jakarta sebagai lokasi proyek percontohan (
pilot project). Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut pembangunan pabrik tersebut merupakan salah satu agenda pengembangan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan karung operasional. Selama ini, BULOG membutuhkan karung dalam jumlah besar, tetapi belum memiliki fasilitas produksi sendiri.
Baca Juga: Tarif Baja 50% Tekan Ekspor, Industri Baja RI Waspadai Banjir Impor “Kami mendorong akan ke depan pembangunan pabrik karung plastik. Selama ini Bulog berdiri sekian puluh tahun, kami heran, enggak punya pabrik karung plastik. Padahal kebutuhan karung luar biasa. Kami akan bangun pabrik karung plastik,” ujar Rizal dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (9/10/2026). Ia menjelaskan, pembangunan pabrik akan dilakukan secara bertahap di sejumlah pulau besar di Indonesia. Jakarta dipilih sebagai lokasi awal sebelum proyek serupa dikembangkan ke wilayah lainnya. “Rencana kami akan bangun di pulau-pulau besar itu harus satu-satu, yang pertama ada di Jakarta supaya lebih mudah,” jelasnya. Rizal mengungkapkan, BULOG membukukan keuntungan Rp 2,4 triliun berdasarkan hasil reviu Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) per 26 September 2026. Menurutnya, capaian tersebut menjadi keuntungan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Kinerja keuangan tersebut ditopang oleh margin komersial sebesar 7% serta penurunan beban bunga dari kisaran 7%–8% menjadi 3%. Penurunan beban bunga itu terjadi setelah pemerintah memberikan subsidi bunga sebesar 2%. Selain pembangunan pabrik karung plastik, BULOG juga berencana mengaktifkan kembali Unit Pengolahan Gabah dan Beras (UPGB) yang sebelumnya tidak beroperasi. Perusahaan akan memperbaiki infrastruktur pengolahan untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Ke depannya, BULOG merencanakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) melalui kesempatan pendidikan di dalam maupun luar negeri.
Baca Juga: Target Pengadaan Beras 2026 Terlampaui, Serapan Bulog Capai 4,11 Juta Ton Sejumlah pejabat eselon I direncanakan mengikuti pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan jejaring perusahaan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News