KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog menyebut telah menyiapkan sebanyak 1 juta ton beras untuk kebutuhan ekspor. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihak mulai menjalin komunikasi dan sudah menawarkan beras-beras tersebut ke negara-negara ASEAN. "Kami stoknya 1 juta untuk ekspor, nanti itu yang akan dijual dengan kualitas premium," kata Rizal dala Rapat Kerja Nasiona (Rakornas), Minggu (11/1/2026).
Namun begitu, Rizal mengatakan saat ini pihaknya masih belum mendapatkan respon lanjutan dari negara tetangga. Menurutnya, hal ini masih akan terus berproses.
Baca Juga: Ditjen Pajak Perluas Jaring Pajak, SP2DK Kini Jangkau Wajib Pajak Belum Terdaftar "Ini sama kita kan juga baru rapat satu sekali. Nanto mungkin dalam beberapa minggu atau beberapa bulan ke depan mungkin sudah ada jawaban dari beberapa negara-negara tersebut," ujar Rizal. Rizal memastikan, rencana ekspor ini tidak akan mengganggu kebutuhan di dalam negeri. Menurutnya, saat ini stok cadangan beras masih jauh lebih cukup mencapai 3,25 juta ton. "Kami yakinkan aman dengan stok kalau kepotong nanti 1 juta ton untuk ekspor itu, masih sisa 2,25 juta ton, aman," ungkap Rizal. Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia hampir pasti siap mengekspor beras tahun ini setelah swasembada tercapai dan penyerapan oleh Perum Bulog dipastikan aman. "Beras kalau bisa... izin Bapak Presiden (Prabowo Subianto) yang penting Bulog, izinnya dan serapannya tiga bulan ke depan, sama saja 2025, aku tidak minta lebih, itu ekspor hampir pasti kita lakukan tahun ini," kata Amran pada Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Rabu (8/1/2026). Dia menegaskan ekspor beras akan menjadi tonggak sejarah baru Indonesia, menyusul stabilnya pasokan nasional dan keberhasilan pengelolaan cadangan pangan strategis di tengah peningkatan produksi petani dalam negeri.
Baca Juga: Bea Cukai Buka Jalur Damai Perkara Cukai, Tak Semua Kasus Masuk Pidana "Dan itu sejarah pertama Indonesia. Jadi Pak Mensesneg (Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi), itu nanti aku menghadap Pak. Kesempatan kami sampaikan ini karena ada Bapak Presiden," ucap Amran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News