KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog menyiapkan pasokan beras untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), termasuk memenuhi kebutuhan stok minimal 2 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di setiap koperasi. Menurut Rizal, pemerintah telah meminta Bulog menyiapkan pasokan tersebut agar koperasi dapat menyediakan beras bagi masyarakat sekaligus membantu menjaga keterjangkauan harga pangan. "Arahan Pak Menko tadi untuk masing-masing KDKMP harapannya nanti ada stok 2 ton," kata Rizal di Kantor Kemenko Pangan, Rabu (14/10/2026).
Rizal memastikan Bulog memiliki pasokan yang cukup untuk mendukung operasional koperasi desa. Bulog juga siap memenuhi pesanan atau purchase order (PO) dari PT Agrinas Pangan Nusantara untuk kebutuhan KDKMP. “Bulog mengikuti sesuai dengan permintaan atau PO dari Agrinas Pangan. Sepanjang PO-nya dua ton, kami serahkan dua ton. Bahkan, kami tidak membatasi berapa jumlah kebutuhan Agrinas Pangan,” ujar Rizal. Pada tahap awal, sekitar 1.250 KDKMP telah mengajukan PO beras SPHP kepada Bulog. Selain memasok beras SPHP, Bulog juga mendapat arahan untuk mendukung penyaluran bantuan pangan melalui KDKMP. Bantuan pangan untuk periode Oktober hingga Desember 2026 tersebut masih menunggu penyelesaian proses administrasi di Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan. Setelah proses administrasi selesai, surat akan diteruskan kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas). Selanjutnya, Bulog akan menerima surat penugasan untuk mendistribusikan bantuan pangan melalui koperasi yang telah siap beroperasi. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, penyaluran bantuan pangan melalui KDKMP merupakan bagian dari persiapan operasional koperasi desa. Pemerintah tengah menyiapkan distribusi bantuan berupa beras sebanyak satu juta ton untuk 33,2 juta penerima manfaat. "Ini lagi diselesaikan dulu data-datanya ya karena 33,2 juta. nah kalau sudah selesai administrasinya nanti baru dibagikan lewat kopdes-kopdes ini," jelas Zulhas.
Zulhas menjelaskan, proses administrasi dan verifikasi data penerima bantuan pangan masih diselesaikan sebelum beras didistribusikan. Setelah seluruh proses rampung, penyaluran bantuan akan dilakukan secara bertahap melalui KDKMP. Di samping program bantuan pangan, pemerintah juga menyiapkan penyaluran satu juta ton beras SPHP untuk menjaga keterjangkauan harga beras di masyarakat. Beras SPHP tersebut mulai dikirimkan kepada KDKMP yang telah siap menerima pasokan. Zulhas mengakui kesiapan operasional koperasi desa belum merata. Oleh karena itu, pemerintah akan melakukan pemantauan untuk memastikan ketersediaan barang, sarana transportasi, serta kesiapan setiap koperasi dalam mendukung penyaluran pangan kepada masyarakat. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News