Bulog Sudah Salurkan 1,3 Juta Kg Beras untuk Korban Gempa NTT



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perum Bulog mencatat telah menyalurkan sebanyak 1,32 juta kilogram (kg) beras untuk membantu masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara bertahap melalui sinergi dengan sejumlah pemangku kepentingan di wilayah terdampak bencana.

“Total realisasi sampai dengan hari ini adalah beras adalah 1.321.550 kg,” ujar Rizal dalam konferensi pers di Kantor Perum Bulog, Selasa (1/9/2026).


Baca Juga: Penerimaan Pajak Baru 59,8% per Agustus 2026, Pengamat Prediksi 2026 Capai 98% Target

Rizal menjelaskan, bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui beberapa skema. Di antaranya, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk bencana alam sebanyak 881.980 kg dan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebanyak 101.800 kg.

Selain itu, terdapat bantuan pangan dengan total penyaluran beras mencapai 337.770 kg. Bulog juga telah menyalurkan bantuan Minyakita sebanyak sekitar 7.000 liter ke tujuh kabupaten/kota yang terdampak bencana.

Adapun wilayah terdampak yang menjadi fokus penyaluran bantuan Bulog meliputi Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Menurut Rizal, penyaluran bantuan tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak di daerah, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri hingga aparat desa.

“Syukur alhamdulillah sampai dengan hari ini penyaluran berjalan dengan baik dan lancar, hampir di seluruh tempat sudah terpenuhi dengan kebutuhan-kebutuhan bantuan bencana tanpa terkecuali,” jelasnya.

Untuk memastikan kebutuhan beras tetap tersedia di wilayah terdampak, Bulog juga menyiapkan stok di sejumlah gudang. Saat ini, Bulog mengoperasikan 46 unit gudang di NTT dengan kapasitas sekitar 50.400 ton.

Baca Juga: 83.379 Kopdes Sudah Terbentuk, Kenapa Manajernya Belum Rampung Ditempatkan?

Dari kapasitas tersebut, stok beras yang tersedia di 46 gudang Bulog di NTT per 1 September 2026 tercatat sekitar 24.134 ton.

Rizal menambahkan, Bulog juga terus mengirimkan tambahan stok beras dari sejumlah wilayah untuk memperkuat ketersediaan di NTT. Pengiriman tersebut berasal antara lain dari Banten, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, serta Nusa Tenggara Barat.

Bulog memastikan penyaluran bantuan akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak. Pemerintah daerah di tujuh kabupaten/kota tersebut juga dipersilakan mengajukan tambahan bantuan apabila stok yang tersedia belum mencukupi kebutuhan di lapangan.

“Kalau memang masih butuh beras silakan diajukan tambahannya, monggo silakan diajukan lagi kuotanya kalau memang masih membutuhkan. Kami akan kirim sesuai dengan kebutuhan,” kata Rizal. 

Hingga Senin (31/8/2026) pukul 14.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 10.386 gempa susulan sejak gempa utama tersebut. 

Dari ribuan gempa susulan itu, magnitudo terbesar tercatat mencapai 6,2. 

Baca Juga: Kejar Investasi Rp 500 T, Pemerintah Buka Ruang Aset Digital Masuk Ekosistem PFII

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama memastikan BMKG masih terus memantau aktivitas gempa susulan di Flores dan akan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat. 

BMKG juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi atau isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. 

Masyarakat diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa untuk menghindari risiko tertimpa bangunan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News