KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog menargetkan cadangan beras pemerintah (CBP) bisa mencapai 6 juta ton pada akhir Mei 2026. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdani menyebut, hingga Senin 11 Mei 2026, pasokan cadangan beras yang dikuasai Bulog telah mencapai 5,3 juta ton. Jumlah ini akan terus meningkat seiring dengan penyerapan panen yang terus terjadi di beberapa sentra padi di Indonesia. "Ini tanggal 11 Mei sudah sampai 5,3 juta ton, dan mungkin nanti di akhir bulan, akhir Mei bisa capai 6 juta ton. Itu harapan kami," kata Rizal dalam peringatan HUT ke-59 Bulog, di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Dalam kesempatan ini, Rizal turut memastikan pasokan beras tetap terjamin untuk menghadapi berbagai kemungkinan termasuk fenomena krisis iklim El Nino atau kemarau ekstrem.
Baca Juga: JP Morgan Sebut Ekonomi Indonesia Nomor 2 Paling Tahan Krisis, Kalahkan AS & China "Jadi kalau lihat stok sekarang sudah capai 5,3 juta ton. Itu kami pastikan hadapi El-Nino akan aman," ungkap Rizal. Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengakui bahwa dampak cuaca ekstrem panas mulai dirasakan dan berpotensi mempengaruhi produksi pertanian. Namun, berbekal pengalaman yang dimiliki dalam menghadapi kondisi serupa pada tahun-tahun sebelumnya pemerintah siap menghadapi potensi El Nino saat ini. "Itu El Nino Godzilla kan katanya kering 6 bulan. Tapi, sepertinya masih lebih tinggi El Nino yang dulu, 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman tahun 2015, 2023, 2024,” kata Amran usai meninjau gudang Bulog di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026). Amran menekankan, ketahanan pangan nasional saat ini berada dalam posisi sangat kuat. Stok beras pemerintah yang tersimpan mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, menyentuh angka 4,5 juta ton di awal April 2026.
Baca Juga: Harga Pertamax Sebenarnya Bisa Tembus Rp 17.000, Begini Penjelasan Pertamina “Sekarang stok kita tertinggi selama merdeka. 4,5 juta [ton]. Insyaallah 10 hari, 20 hari ke depan itu 5 juta [ton],” ujarnya. Selain stok di gudang pemerintah, Amran juga mengungkapkan ketersediaan pangan yang tersebar di sektor lain serta potensi produksi yang sedang berjalan.
"Yang ada di horeka (hotel, restoran, kafe/katering) sesuai data kita yang kelola itu 12,5 juta ton. Kemudian
standing crop kita yang ditanam sekarang siap panen, itu 11 juta ton. Berarti sudah 23 juta ton,” ungkapnya. Dengan total ketersediaan tersebut, Amran memperkirakan kebutuhan pangan nasional dapat terpenuhi dalam jangka waktu yang panjang, bahkan melampaui periode puncak kekeringan. “Artinya 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman,” ujarnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News