Bulog Targetkan Tugas Penyerapan Gabah dan Beras 4 Juta Ton Rampung Juni 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bulog optimistis penugasan penyerapan gabah dan beras sebanyak 4 juta ton di tahun ini bisa dicapai lebih cepat pada bulan Juni 2026.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, saat ini serapan gabah dan beras petani sudah mencapai 28% dari total penugasan 4 juta ton sepanjang tahun ini.

"Jadi sekarang sudah 1,38 juta ton. Jadi luar biasa menurut kami, prediksi kami nanti ini di bulan Juni sudah selesai tugas kami 4 juta ton ini," kata Rizal dijumpai usai penyaluran bantuan pangan beras, di Jakarta Utara, Rabu (18/3/2026).


Menurut Rizal, capaian ini terjadi karena kerjasama kuat antar lintas kementerian dan lembaga. Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada para petugas di lapangan yang mendampingi seperti TNI/Polri hingga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Baca Juga: Sempat Lolos Lalu Gagal, UI Akui Ada Tampilan Data Belum Final di Talent Scouting

Sebelumnya, pemerintah menargetkan serapan gabah dan beras nasional tahun 2026 mencapai 4 juta ton sebagai bagian dari penguatan swasembada pangan berkelanjutan. Target tersebut didukung dengan penambahan anggaran yang mencapai Rp 39 triliun.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa target serapan tersebut merupakan hasil kolaborasi erat antarlembaga dan diyakini dapat dicapai dengan dukungan kondisi produksi yang kuat.

"Target serapan gabah dan beras tahun 2026 sebesar 4 juta ton merupakan target Bulog yang kita dukung bersama. Insya Allah, dengan kerja sama yang solid, target ini dapat tercapai dan akan menjadi catatan sejarah baru bagi ketahanan pangan Indonesia,” ujar Amran dalam keterangan pers usai Rakor Serap Gabah pada Senin (12/1/2026).

Baca Juga: Cadangan Beras Pemerintah Capai 4,2 Juta Ton, Bulog: Stok Cukup, Jangan Panic Buying

Optimisme tersebut didukung oleh peningkatan luas tanam padi pada periode Oktober hingga Desember 2025 yang tercatat lebih tinggi sekitar 500 ribu hektare dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan kondisi tersebut, produksi gabah nasional diproyeksikan meningkat sepanjang tidak terdapat gangguan signifikan seperti bencana alam. 

"Dengan peningkatan luas tanam dan sinergi yang kuat, kami optimistis produksi tahun ini akan lebih besar dibandingkan tahun lalu,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News