KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog mengusulkan penerapan kebijakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) satu harga di seluruh Indonesia setelah kondisi keuangan perusahaan membaik. Usulan tersebut akan disampaikan kepada pemerintah menyusul persetujuan kenaikan margin fee Bulog menjadi 7%. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, perbaikan kondisi keuangan membuka ruang bagi perusahaan untuk menghadirkan harga beras SPHP yang seragam dari Sabang hingga Merauke. “Kalau memang sudah positif kita akan ajukan ke pemerintah. Jika diizinkan kami buat harga beras medium yaitu beras SPHP satu harga,” ujar Rizal dalam konferensi pers di Kantor Perum Bulog, Selasa (4/8/2026). Baca Juga: Margin Fee Bulog Naik Jadi 7%, Neraca Bulog Diproyeksi Surplus Rp 1,14 Triliun Menurut dia, konsep tersebut mengadopsi skema “satu harga” seperti yang diterapkan pada BBM oleh PT Pertamina (Persero), sehingga masyarakat di berbagai daerah dapat memperoleh beras SPHP dengan harga yang sama. Meski demikian, Rizal menegaskan usulan tersebut masih harus dibahas dalam rapat koordinasi terbatas (Rakortas) pemerintah. Ia mengatakan besaran harga maupun mekanisme pelaksanaannya belum diputuskan. “Nanti kita lapor dulu kepada pemerintah, dirapatkan di Rakortas. Setelah diputuskan baru kita tetapkan,” katanya. Rizal menambahkan, usulan tersebut baru dapat direalisasikan setelah kondisi keuangan Bulog membaik. Ia sebelumnya menyampaikan persetujuan kenaikan margin fee menjadi 7% diproyeksikan membuat neraca keuangan Bulog berbalik positif sekitar Rp 1,14 triliun hingga akhir tahun. Perbaikan kondisi keuangan itu juga didukung kebijakan penurunan bunga pinjaman Bulog menjadi 3% dengan tambahan subsidi bunga dari pemerintah. Menurut Rizal, kebijakan tersebut diperkirakan memangkas beban bunga perusahaan lebih dari Rp 1,07 triliun per tahun. Baca Juga: Siap-siap! Pemerintah Bakal Guyur Subsidi Mobil Listrik hingga 40% “Bulog mampu mengurangi biaya pembayaran bunga dalam satu tahun lebih dari Rp 1,07 triliun. Ini baru kali ini Bulog diberikan bunga yang begitu rendah,” katanya.
Bulog Usul Ada Skema Beras Satu Harga: Tunggu Restu Pemerintah
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog mengusulkan penerapan kebijakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) satu harga di seluruh Indonesia setelah kondisi keuangan perusahaan membaik. Usulan tersebut akan disampaikan kepada pemerintah menyusul persetujuan kenaikan margin fee Bulog menjadi 7%. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, perbaikan kondisi keuangan membuka ruang bagi perusahaan untuk menghadirkan harga beras SPHP yang seragam dari Sabang hingga Merauke. “Kalau memang sudah positif kita akan ajukan ke pemerintah. Jika diizinkan kami buat harga beras medium yaitu beras SPHP satu harga,” ujar Rizal dalam konferensi pers di Kantor Perum Bulog, Selasa (4/8/2026). Baca Juga: Margin Fee Bulog Naik Jadi 7%, Neraca Bulog Diproyeksi Surplus Rp 1,14 Triliun Menurut dia, konsep tersebut mengadopsi skema “satu harga” seperti yang diterapkan pada BBM oleh PT Pertamina (Persero), sehingga masyarakat di berbagai daerah dapat memperoleh beras SPHP dengan harga yang sama. Meski demikian, Rizal menegaskan usulan tersebut masih harus dibahas dalam rapat koordinasi terbatas (Rakortas) pemerintah. Ia mengatakan besaran harga maupun mekanisme pelaksanaannya belum diputuskan. “Nanti kita lapor dulu kepada pemerintah, dirapatkan di Rakortas. Setelah diputuskan baru kita tetapkan,” katanya. Rizal menambahkan, usulan tersebut baru dapat direalisasikan setelah kondisi keuangan Bulog membaik. Ia sebelumnya menyampaikan persetujuan kenaikan margin fee menjadi 7% diproyeksikan membuat neraca keuangan Bulog berbalik positif sekitar Rp 1,14 triliun hingga akhir tahun. Perbaikan kondisi keuangan itu juga didukung kebijakan penurunan bunga pinjaman Bulog menjadi 3% dengan tambahan subsidi bunga dari pemerintah. Menurut Rizal, kebijakan tersebut diperkirakan memangkas beban bunga perusahaan lebih dari Rp 1,07 triliun per tahun. Baca Juga: Siap-siap! Pemerintah Bakal Guyur Subsidi Mobil Listrik hingga 40% “Bulog mampu mengurangi biaya pembayaran bunga dalam satu tahun lebih dari Rp 1,07 triliun. Ini baru kali ini Bulog diberikan bunga yang begitu rendah,” katanya.
TAG: