Bumame Buka Klinik Keenam, Bidik 20 Lokasi di Jabodetabek pada Kuartal I 2027



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bumame terus memperluas jaringan kliniknya dengan menargetkan penambahan lokasi menjadi sekitar 20 klinik ke depan. Ekspansi tersebut dilakukan dengan mengandalkan data permintaan layanan untuk menentukan lokasi yang dinilai memiliki potensi pasar.

Co-Founder & CEO Bumame James Wihardja mengatakan, Bumame saat ini telah memiliki enam klinik dan masih menyiapkan ekspansi sekitar 10-12 lokasi berikutnya.

Secara keseluruhan, perusahaan telah memiliki daftar sekitar 20 lokasi yang menjadi pertimbangan untuk pengembangan jaringan.


“Secara keseluruhan sih kita sudah ada kira-kira list 20 site yang kita mau ke mana. Masih di Jabodetabek,” ujar James dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Baca Juga: Ekspansi ke 56 Klinik, SATU Dental Bidik Pasar Gen Z dan Milenial Saat Tren Self-Care

Menurut James, pemilihan lokasi klinik tidak dilakukan semata-mata berdasarkan ketersediaan tempat. Bumame memanfaatkan data yang dikumpulkan selama sekitar lima hingga enam tahun terakhir, termasuk data pasien dan pelanggan layanan homecare.

Data tersebut digunakan untuk melihat wilayah dengan permintaan layanan yang tinggi. Bumame juga mempertimbangkan karakteristik konsumen di masing-masing wilayah sebelum menentukan lokasi klinik baru.

“Jadi bukan hanya sekadar nebak-nebak atau yang apa yang available. Bahkan 10 atau 12 cabang berikutnya yang kita harapkan kita bisa dapatkan dan buka tahun depan itu kita boleh dibilang sudah tahu sampai jalan mana yang kita inginkan,” jelasnya.

James menambahkan, ketersediaan lokasi dan biaya sewa tetap menjadi pertimbangan dalam realisasi ekspansi. Karena itu, rencana penambahan jaringan dapat menyesuaikan dengan kondisi properti yang tersedia.

Baca Juga: Prodia (PRDA) Buka Klinik Stem Cell, Kontribusi Diproyeksi Baru Terlihat 3 Tahun

Bumame juga melihat pola penggunaan layanan homecare sebagai salah satu sumber data dalam menentukan lokasi. Menurut James, dari layanan tersebut perusahaan dapat mengetahui wilayah mana yang memiliki konsumen potensial untuk kemudian didekatkan dengan layanan klinik.

Selain memperluas jaringan, Bumame juga mengembangkan jenis layanan kesehatan yang ditawarkan. Saat ini, perusahaan tidak hanya mengandalkan layanan tes darah, tetapi mulai memperluas layanan vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan yang lebih spesifik.

Untuk vaksinasi, layanan yang disebut antara lain vaksin HPV dan meningitis. Sementara untuk pemeriksaan, Bumame menyediakan layanan seperti NIPT serta sejumlah pemeriksaan kesehatan yang lebih spesifik sesuai kebutuhan konsumen.

James mengatakan, perubahan perilaku masyarakat setelah pandemi turut mendorong meningkatnya kesadaran terhadap pemeriksaan kesehatan. Menurut dia, konsumen kini semakin spesifik dalam mencari jenis pemeriksaan yang dibutuhkan, tidak hanya datang untuk mengambil paket pemeriksaan kesehatan secara umum.

“Strategi bisnis kita melihat kesadarannya sudah mulai tumbuh. Dan harapan kita sebenarnya adalah kita harus mengejar suatu volume,” katanya.

Menurut James, peningkatan volume pemeriksaan menjadi penting karena dapat membantu perusahaan menekan biaya dan memberikan harga yang lebih terjangkau kepada konsumen.

Baca Juga: Medical Suites di KEK BSD City Segera Beroperasi, Jadi Pusat Klinik dan Laboratorium

Kalau semakin banyak volume kita, harga yang kita tawarkan ke customer bisa semakin besar,” ujarnya.

Strategi tersebut juga tercermin dari upaya Bumame memberikan transparansi harga melalui program base price guarantee dan mekanisme price match

James mengatakan, inisiatif tersebut ditujukan untuk membantu konsumen mendapatkan informasi harga pemeriksaan kesehatan sekaligus mengurangi kesenjangan harga antar penyedia layanan.

Ia menilai visibilitas harga masih menjadi salah satu tantangan dalam layanan kesehatan karena konsumen relatif sulit mengetahui harga acuan untuk jenis pemeriksaan tertentu.

Di sisi lain, James melihat profil konsumen di setiap klinik dapat berbeda. Karena itu, Bumame juga menyesuaikan pendekatan layanan dan produk dengan karakteristik masyarakat di sekitar lokasi klinik.

Baca Juga: Ekspansi ke 56 Klinik, SATU Dental Bidik Pasar Gen Z dan Milenial Saat Tren Self-Care

“Setiap lokasi itu memiliki profil customer yang sangat beda,” katanya.

Dengan penambahan jaringan dadiversifikasi layanan tersebut, Bumame berharap akses masyarakat terhadap layanan pemeriksaan kesehatan dapat semakin luas, sekaligus meningkatkan volume layanan perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News