BUMI berpotensi mencatat penjualan batubara US$ 5,61 miliar hingga akhir tahun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingginya permintaan batubara mengerek harga komoditas ini. Namun, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tetap mempertahankan target produksi tahun ini.

Dileep Sirvastava, Direktur BUMI menyebut, target produksi hingga akhir tahun tetap 85 juta ton hingga 89 juta ton. Adapun perkiraan harga batubara tahun ini berkisar antara US$ 58 per ton hingga US$ 63 per ton.

Jika perkiraan tersebut tidak meleset, pendapatan senilai US$ 5,61 miliar menjadi skenario terbaik yang bisa BUMI torehkan hingga akhir tahun ini. Sedangkan pendapatan senilai US$ 4,93 miliar berpotensi BUMI catat jika rata-rata harga batubara bertahan di level US$ 58 per ton hingga akhir tahun.


Baca Juga: Bumi Resources (BUMI) catatkan kinerja mentereng pada Semester I 2021

Perkiraan tersebut sejalan dengan rata-rata harga batubara dunia yang ini sudah naik sekitar 20% dibanding tahun lalu. "Meningkatnya harga batubara akibat ketidakseimbangan pasokan global, pandemi, efek, variabel kondisi cuaca, kemacetan infrastruktur dan ketidakpastian politik," ujar Dileep, Jumat (27/8).

Kenaikan rata-rata harga tersebut juga mengerek kinerja keuangan BUMI sepanjang paruh waktu tahun ini. BUMI membukukan laba bersih US$ 1,9 juta, berbalik positif sebesar US$ 88 juta dari periode sama tahun lalu yang rugi US$ 86,1 juta.

Keuntungan tersebut didapat setelah BUMI mencatat kenaikan pendapatan 16% secara tahunan menjadi US$ 2,29 miliar. Beban pokok naik 4% secara tahunan menjadi US$ 1,81 miliar.

Sehingga, BUMI mencetak laba kotor US$ 485,3 juta. Angka ini lompat 104% dibanding periode yang sama tahun sebelummya, US$ 238,1 juta. "Margin usaha meningkat tajam menjadi 16,2% dari sebelumnya 6,7%," tandas Dileep.

Baca Juga: Bumi Resources (BUMI) berkomitmen tingkatkan produksi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati