Bumi Finance Turunkan Suku Bunga Kredit



JAKARTA . Di paruh kedua 2010, PT Bumikusuma Multi Finance (Bumi Finance) mengubah strategi bisnisnya dengan menurunkan bunga kredit ke nasabah. Perseroan yang sempat mati suri akibat krisis finansial di 1998 dan 2008 tersebut optimistis pembiayaan tahun ini bakal cerah.

Kini, bunga penyaluran kredit untuk mobil baru di kisaran 6%-9% dari yang sebelumnya berkisar 9%-12%. Sedangkan, kredit untuk mobil bekas menjadi 7%-10% dari sebelumnya sekitar 13%.

“Persaingan bunga kredit yang dijual ke nasabah semakin kompetitif. Bumi Finance tidak mau ketinggalan. Karenanya, kami ikut menurunkan bunga kredit setelah melakukan hitung-hitungan cukup matang,” tutur Manajer Umum Bumi Finance Wiro Hartono.


Apalagi, bank yang menjadi sumber pendanaan juga memberikan cukup ruang bagi Bumi Finance untuk menurunkan bunga kreditnya kepada nasabah. Saat ini, likuiditas dari perbankan pun relatif lebih mudah ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

Selain, memberikan bunga kredit yang kompetitif, Bumi Finance juga memiliki strategi baru untuk menggenjot pembiayaan di semester kedua tahun ini. “Misalnya, meningkatkan pelayanan dan lebih agresif menarik nasabah baru,” imbuh dia.

Kepala Departemen Keuangan dan Nasabah Bumi Finance Lidya menambahkan, perseroan juga terus menjaga hubungan baik dengan 18.000 nasabah yang telah ditangani Bumi Finance, termasuk memberikan kemudahan fasilitas pembiayaan untuk kedua kalinya (repeat order).

“Ini upaya-upaya yang gencar kami lakukan di semester kedua ini. Bumi Finance akan bangkit lagi dengan pembiayaan sampai akhir tahun,” ujarnya.

Sepanjang 2010 ini, Bumi Finance membidik penyaluran kredit kendaraan bermotor sebesar Rp 40 miliar. Sampai semester pertama, Bumi Finance berhasil menggelontorkan pembiayaan senilai Rp 10 miliar.

Saat ini, porsi pembiayaan Bumi Finance masih didominasi oleh kendaraan bermotor roda empat, yakni sebanyak 70%, tediri dari 10% mobil baru dan 60% mobil bekas. Sisanya 30% merupakan kendaraan roda dua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Uji Agung Santosa