KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terus melakukan transformasi bisnis melalui ekspansi ke sektor pertambangan nonbatubara. Di saat yang sama, perusahaan juga memperkuat penerapan
good corporate governance (GCG) untuk mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Penerapan GCG menjadi bagian dari upaya BUMI memastikan pengelolaan perusahaan berjalan secara transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab. Langkah ini juga penting untuk mendukung strategi diversifikasi bisnis di tengah upaya perusahaan memperluas sumber pertumbuhan di luar batubara. Melalui penguatan tata kelola dan transformasi bisnis, BUMI berupaya membangun fondasi usaha yang sehat sekaligus menjaga kepercayaan investor dan pemangku kepentingan lainnya dalam jangka panjang.
Group Head Corporate Governance and Compliance BUMI, Mahmud Samuri, mengatakan penghargaan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga integritas dan menerapkan standar etika kerja.
Baca Juga: Bumi Resources (BUMI) Buka Suara soal Rumor Akuisisi Aset Batubara Kideco Milik INDY Menurut dia, penerapan GCG tidak hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga menjadi dasar dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan. “Dengan begitu, perusahaan dapat menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan investor,” kata Samuri dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026). Baru-baru ini, BUMI berhasil meraih penghargaan Top 50 Emiten dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar (BigCap PLCs) 2026 dalam ajang The 17th Corporate Governance Conference and Award 2026. Penghargaan ini diberikan atas komitmen BUMI dalam menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik secara konsisten di seluruh lini operasional. Penilaian dilakukan secara independen dengan mengacu pada ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS). Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya perusahaan dalam memperkuat tata kelola untuk menjaga kepercayaan pemangku kepentingan dan mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Dari sisi transformasi, BUMI telah memperkuat ekspansi internasionalnya di Australia. Melalui anak usahanya yakni Bumi Resources Australia Pty Ltd (BRA), BUMI resmi mengakuisisi Loyal Metals Ltd pada 4 September 2026 lalu. Perusahaan ini mengakuisisi 175,71 juta saham atau seluruh kepemilikan perusahaan tambang tersebut.
Baca Juga: Bumi Resources Minerals (BRMS) Gelontorkan US$ 4,21 Juta untuk Eksplorasi Mineral Langkah ini semakin menandai rencana ekspansi perusahaan di luar bisnis batubara semakin kencang. Asal tahu saja, untuk mengambilalih Loyal Metals, perusahaan merogoh dana mencapai AU$ 79,07 juta atau setara dengan Rp 1 triliun. Langkah ini tidak hanya memperkuat ekspansi internasional perusahaan tetapi juga membuka jalan untuk masuk ke sektor komoditas tembaga, emas dan mineral kritis lainnya.
Keberhasilan transformasi bisnis yang dijalankan perseroan menuju perusahaan tambang multi-komoditas telah mendorong pertumbuhan kinerja BUMI. Perusahaan mencetak laba bersih sebesar US$ 59 juta sepanjang paruh pertama 2026, melonjak 189% secara tahunan. Pendapatannya tumbuh sebesar 28% menjadi US$ 867 juta. Pertumbuhan kinerja BUMI didorong oleh peningkatan produksi dan penjualan, harga batu bara yang masih kuat, serta mulai berkontribusinya aset non-batu bara hasil akuisisi. Selain itu, efisiensi biaya operasional turut menopang peningkatan profitabilitas, di tengah tantangan kenaikan harga bahan bakar sebagai salah satu komponen utama biaya tambang. Efisiensi tersebut pada akhirnya mendorong pertumbuhan laba yang jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan pendapatan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News