KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bumi Resources Minerals Tbk (
BRMS) optimistis dapat meningkatkan produksi emas pada kuartal IV-2026 seiring rencana peningkatan kapasitas pabrik pengolahan emas di Poboya, Palu, Sulawesi Tengah. Direktur sekaligus Chief Investor Relations Officer BRMS Herwin Wahyu Hidayat mengungkapkan, perusahaan akan menaikkan kapasitas salah satu pabrik emasnya dari 500 ton bijih per hari menjadi 2.000 ton per hari pada kuartal IV-2026. Ekspansi tersebut diharapkan memberikan kontribusi langsung terhadap kenaikan produksi emas perusahaan sepanjang 2026.
“Selanjutnya BRMS juga akan mulai penambangan emas bawah tanah yang berkadar emas tinggi (3,5-4,9 g/t) di semester kedua tahun 2027. Artinya, produksi emas akan meningkat lagi,” ujar Herwin kepada Kontan, Selasa (24/2/2026).
Baca Juga: Pemerintah Targetkan Diskon Tol Hingga 30% Saat Mudik 2026, BUJT Masih Dinego Sejalan dengan langkah tersebut, BRMS menargetkan produksi emas pada 2026 mencapai sekitar 80.000 ons (oz), meningkat signifikan dibandingkan estimasi produksi 2025 yang berada di kisaran 69.000–71.000 ons. Adapun realisasi produksi emas perusahaan pada 2024 tercatat sebesar 64.000 ons. Untuk mendukung seluruh rencana ekspansi, BRMS bersama anak usahanya, PT Citra Palu Minerals, telah memperoleh fasilitas pinjaman sebesar US$ 625 juta dari konsorsium perbankan pada akhir 2025. Dana tersebut akan digunakan antara lain untuk penyelesaian konstruksi tambang emas bawah tanah, peningkatan kapasitas pabrik emas di Palu, pemboran eksplorasi tembaga skala besar di Gorontalo, pelunasan pinjaman jatuh tempo, serta kebutuhan modal kerja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News