Bumi Resources Perkuat ESG dan Tata Kelola HAM



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terus memperkuat penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) di seluruh lini bisnis. Komitmen tersebut menjadi bagian dari strategi Perseroan dalam menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.

Komitmen tersebut sejalan dengan transpormasi bisnis yang dilakukan  perseroan menuju perusahaan tambang multi-komoditas. Hasilnya, kinerja BUMI tampil positif sepanjang semester pertama 2026. Laba bersihnya mencapai US$ 59 juta, melonjak 189% secara tahunan. Capaian tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 28% menjadi US$ 867 juta.  

Group Head Corporate Governance and Compliance sekaligus Ketua Tim Hak Asasi Manusia Bumi Resources, Mahmud Samuri, mengatakan pihaknya akan terus memperkuat ESG dan kerangka keberlanjutan dan tata kelola ak asasi manusia (HAM) sebagai bagian integral dari strategi bisnis jangka panjang Bumi Resources. 


Baca Juga: Unit Usaha Bumi Resources (BUMI) Memulai Proyek Gasifikasi Batubara Jadi Metanol

“Ini sejalan dengan komitmen BUMI untuk memberikan nilai tambah yang nyata bagi pemegang saham, masyarakat, dan lingkungan,” kata Mahmud dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).

Atas komitmennya mengimplementasikan aspek ESG serta menjalankan praktik bisnis yang bertanggung jawab selaras dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM), BUMI meraih penghargaan Platinum pada ajang Indonesian Responsible Business Award (IRBA) 2026

Penghargaan Platinum ini menjadi pengakuan atas penerapan human rights due diligence secara sistematis di seluruh lini operasional Bumi Resources, mulai dari tingkat holding hingga unit bisnis, mencakup isu-isu yang berkaitan dengan masyarakat, pekerja, lingkungan, dan rantai pasok.

Baca Juga: Bumi Resources (BUMI) Dikabarkan Bakal Akuisisi Loyal Metals Asal Australia

Mahmudmengatakan, penghargaan tersebut mencerminkan upaya berkelanjutan Bumi Resources dalam memperkuat tata kelola HAM. Menurut dia, penerapan bisnis yang menghormati HAM dapat membantu perusahaan mengelola risiko, membangun kepercayaan pemangku kepentingan, serta menciptakan nilai jangka panjang.

Mahmud menambahkan, tata kelola HAM Bumi Resources tidak hanya diterapkan di tingkat holding, tetapi juga di seluruh unit bisnis. Implementasi tersebut mencakup identifikasi, pemantauan, dan pengelolaan isu HAM yang material, mulai dari masyarakat sekitar, tenaga kerja, lingkungan, hingga rantai pasok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News