KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bumi Serpong Damai Tbk (
BSDE) mencatatkan penurunan kinerja sepanjang Januari-September 2026. BSDE mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 7,53 triliun pada kuartal III 2026, turun 14% dibandingkan Rp 8,76 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun begitu, secara kuartalan, pendapatan usaha pada kuartal III 2026 meningkat 17% menjadi Rp2,79 triliun dibandingkan Rp2,38 triliun pada kuartal II 2026.
“Hal ini menunjukkan peningkatan kinerja pada kuartal III dibandingkan kuartal sebelumnya,” kata Hermawan Wijaya, Direktur BSDE dalam keterbukaan informasi tanggal 30 Oktober 2026.
Baca Juga: Bumi Serpong Damai (BSDE) Jual Lahan Rp 3,1 Triliun ke DSSA, Ini Tujuannya Berdasarkan komposisi pendapatan, segmen pengembangan properti (development revenues) yang terdiri atas residensial, penjualan tanah dan komersial memberikan kontribusi sekitar 80% terhadap total pendapatan usaha kuartal III 2026. Sementara itu, sekitar 20% sisanya berasal dari segmen pendapatan berulang (recurring revenues). Segmen residensial mencatatkan total pendapatan usaha sebesar Rp 2,36 triliun, turun 30% dibandingkan Rp 3,37 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, segmen komersial mencatatkan kinerja sebesar Rp 2,73 triliun, meningkat 21% dibandingkan Rp 2,26 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. “Pertumbuhan ini terutama didukung oleh peningkatan pengakuan penjualan ruko yang mencapai Rp 2,28 triliun, naik 37% dibandingkan Rp 1,67 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya,” katanya. Adapun pendapatan dari segmen pendapatan berulang menunjukkan pertumbuhan sebesar 19% menjadi Rp 1,53 triliun dari Rp 1,29 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan sewa mencapai Rp 909 miliar, meningkat 19% secara tahunan, didukung oleh pertumbuhan pendapatan sewa ruang perkantoran sebesar 15% menjadi Rp 467 miliar serta pendapatan sewa mal dan lainnya sebesar 22% menjadi Rp 442 miliar. Selain itu, pendapatan dari layanan operasional jalan tol meningkat 20% menjadi Rp 90 miliar, seiring dengan peningkatan volume lalu lintas di Jalan Tol Serpong-Balaraja dan beroperasinya tambahan ruas Tol Serpong-Balaraja Seksi 1B.
BSDE pun mencatatkan laba kotor sebesar Rp 5,03 triliun, turun 9% secara tahunan, sementara laba usaha mencapai Rp 1,71 triliun atau turun 20%. Laba bersih tercatat sebesar Rp 844,69 miliar, turun 38% YoY dibandingkan Rp 1,36 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di tengah penurunan pendapatan usaha secara tahunan, BSDE berhasil mempertahankan profitabilitas dengan mencatatkan margin laba kotor (gross profit margin) sebesar 67% pada kuartal III 2026, meningkat dibandingkan 63% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Margin laba usaha (operating profit margin) tercatat sebesar 23%, sedikit lebih rendah dibandingkan 24% pada kuartal III 2025. Dari sisi pengelolaan beban, beban umum dan administrasi berhasil diturunkan sebesar 7% secara tahunan, terutama didukung oleh penurunan beban teknologi informasi (IT). “Beban pajak final juga turun 20%, meskipun beban penjualan meningkat 7%,” ungkapnya. Pada kuartal III 2026, jumlah aset BSDE tercatat sebesar Rp 81,45 triliun, meningkat 3% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp 79,27 triliun. Jumlah liabilitas tercatat sebesar Rp 28,18 triliun, meningkat 6% dibandingkan posisi akhir tahun 2025. Jumlah ekuitas mencapai Rp53,26 triliun, meningkat 1%.
Baca Juga: Laba Bersih Salim Ivomas (SIMP) Naik 45% ke Rp 2,05 Triliun per September 2026 Adapun belanja modal alias
capital expenditure (capex) sampai dengan kuartal III 2026 mencapai Rp 4,70 triliun. Anggaran itu terutama dialokasikan untuk pembebasan lahan sebesar Rp 3,43 triliun, pembangunan infrastruktur sebesar Rp767 miliar, properti investasi sebesar Rp259 miliar, serta konsesi jalan tol sebesar Rp244 miliar. “Ke depan, BSDE akan terus mengoptimalkan strategi pemasaran dan pengembangan produk, memperkuat kontribusi dari berbagai kawasan pengembangan, serta menjaga pengelolaan keuangan secara prudent,” ungkapnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News