JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masih menunggu keputusan pengadilan terkait sengketa tambang bijih besi dengan Rubis International Limited (Rubis). Meski demikian, BUMI tetap menggarap tambang yang berlokasi di Mauritania itu. BUMI belum memutuskan kelanjutan kongsinya dengan Rubis di proyek itu. "Hal itu tergantung putusan pengadilan," ungkap Chief Executive Officer (CEO) Bumi Plc, Nalinkant Rathod, di Jakarta, Senin (30/4). Bumi Plc adalah pemegang 29% saham BUMI. Rathod mengklaim sengketa pertambangan itu tidak banyak mempengaruhi kinerja BUMI. "Masih jauh lebih besar aset di Indonesia, kalau cuma US$ 20 juta-US$ 30 juta tidak masalah," imbuh dia.
BUMI tetap garap tambang bijih besi di Mauritania
JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masih menunggu keputusan pengadilan terkait sengketa tambang bijih besi dengan Rubis International Limited (Rubis). Meski demikian, BUMI tetap menggarap tambang yang berlokasi di Mauritania itu. BUMI belum memutuskan kelanjutan kongsinya dengan Rubis di proyek itu. "Hal itu tergantung putusan pengadilan," ungkap Chief Executive Officer (CEO) Bumi Plc, Nalinkant Rathod, di Jakarta, Senin (30/4). Bumi Plc adalah pemegang 29% saham BUMI. Rathod mengklaim sengketa pertambangan itu tidak banyak mempengaruhi kinerja BUMI. "Masih jauh lebih besar aset di Indonesia, kalau cuma US$ 20 juta-US$ 30 juta tidak masalah," imbuh dia.