BUMN akan melepas saham konsesi jalan tol



JAKARTA. Sejumlah perusahaan pemegang konsesi jalan tol pelat merah, siap melepas sebagian saham di sejumlah ruas jalan tol yang dikuasai. Upaya ini bertujuan menjaring sumber dana untuk ekspansi bisnis, serta tidak menggantungkan dari penyertaan modal negara (PMN).

Anggiasari, Direktur Keuangan PT Jasa Marga Tbk  menyatakan, perusahaan ini siap melepas kepemilikan saham minoritas dan mengurangi porsi mayoritas di sejumlah konsesi jalan tol. "Tahun depan kami akan melepas dua perusahaan dengan porsi saham minoritas," ucapnya kepada KONTAN, Rabu (2/11).

Saat ini, Jasa Marga belum bersedia mengungkapkan  identitas dua ruas jalan tol tersebut. Sebab, rencana ini masih dibahas  di level komisaris perusahaan tersebut.  


Namun, Jasa Marga berniat mempertahankan porsi mayoritas di sejumlah ruas jalan tol. Meskipun persentasenya turun pasca penjualan sebagian saham ke pihak lain.

Saat ini, Jasa Marga telah menguasai total 17 konsesi jalan tol sepanjang Rp 1.259 kilometer (km). Adapun yang sudah beroperasi mencapai  598 km dan ditargetkan akan bertambah 217 km pada tahun 2017 mendatang.

Menarik minat

Menurut Anggiasari, pendapatan ruas jalan tol yang sudah dikuasai terbilang aman. Sehingga dana hasil divestasi anak usaha Jasa Marga itu bisa untuk mengincar konsesi jalan tol anyar lainnya.

Sedangkan PT Waskita Toll Road juga siap melepas kepemilikan di ruas jalan tol yang sudah beroperasi. "Kalau dilepas saat sudah beroperasi bisa membuat investor tertarik," ucap Herwidiakto, Direktur Utama Waskita Toll Road.

Sama seperti Jasa Marga,  anak usaha Waskita Karya ini  akan melepas saham di ruas jalan tol dengan kepemilikan minoritas. Sedangkan pada tol dengan kepemilikan mayoritas, hanya porsinya saja yang berkurang tapi tetap sebagai pemegang saham mayoritas agar bisa mendapatkan pendapatan berulang.

Saat ini Waskita Toll Road menguasai 16 ruas jalan tol dengan panjang 767,29 km. Dari total konsesi itu, yang sudah beroperasi ruas jalan tol Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang seksi I dan II. Tahun depan, ruas Bekasi-Cawang-Kampung Melayu  seksi IB dan IC, Cimanggis-Cibitung seksi I, dan Solo-Kertosono seksi Solo-Sragen sudah bisa beroperasi.

Sementara PT Hutama Karya yang mendapat tugas menggarap jalan tol trans Sumatera tak berniat menjual ruas jalan tol yang tengah digarap. "Trans Sumatera adalah milik pemerintah, kami hanya ditugaskan menjalani saja," kata Anis Anjasayani, Direktur Keuangan Hutama Karya.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini