KONTAN.CO.ID - JAKARTA.
Seluruh badan usaha milik negara (BUMN) yang berada dalam ekosistem Danantara Indonesia telah menyelesaikan penyusunan laporan keuangan tahun buku 2025. Setelah seluruh laporan entitas rampung, Danantara Indonesia kini melanjutkan proses penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang masih menunggu penyelesaian tahapan audit. Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara Indonesia Rohan Hafas mengatakan, penyelesaian laporan keuangan masing-masing BUMN menjadi tonggak penting dalam proses konsolidasi kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah yang kini berada di bawah pengelolaan Danantara Indonesia.
"Seluruh BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia telah menyelesaikan penyusunan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025. Sejalan dengan penyampaian laporan keuangan tersebut, Danantara Indonesia turut menyampaikan sejumlah sorotan atas capaian kinerja sepanjang tahun 2025 yang mencerminkan ketahanan, transformasi, dan kontribusi BUMN di berbagai sektor strategis terhadap perekonomian nasional," ujar Rohan dalam keterangan resmi, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: OECD Soroti Struktur Pajak Indonesia, Pajak Kekayaan Masih Nihil Rohan menjelaskan, sorotan kinerja yang dipublikasikan merupakan contoh capaian sejumlah BUMN selama periode April 2025 hingga April 2026 atau satu tahun sejak perusahaan-perusahaan tersebut berada dalam ekosistem pengelolaan Danantara Indonesia. Menurutnya, daftar tersebut bukan merupakan keseluruhan kinerja seluruh BUMN. Pemilihan ini tidak dimaksudkan sebagai daftar yang bersifat menyeluruh, melainkan sebagai sorotan atas sejumlah BUMN dengan peningkatan kinerja yang menonjol sejak berada dalam ekosistem pengelolaan Danantara Indonesia. "Di luar entitas yang ditampilkan, masih terdapat berbagai BUMN lain yang juga mencatatkan perkembangan kinerja positif dan terus menjadi bagian dari agenda transformasi berkelanjutan Danantara Indonesia," katanya. Berdasarkan data Danantara, PT Pertamina (Persero) membukukan laba sebesar Rp 24,9 triliun hingga April 2026 atau meningkat sekitar Rp 11 triliun atau 80% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. PT Pupuk Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan menjadi Rp 4,8 triliun atau naik 202% secara tahunan. Sementara PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) membukukan laba Rp 1,5 triliun atau meningkat 169%. Di sektor pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) membukukan laba Rp 300 miliar atau tumbuh 33% dibandingkan periode sebelumnya.
Baca Juga: Makin Dekat, Indonesia Siap Masuk Klub Dagang Elite Dunia pada 2027 Kinerja positif juga ditunjukkan kelompok perbankan Himbara. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatatkan laba Rp 21,2 triliun atau naik 15%. PT Bank Mandiri Tbk membukukan laba Rp 21,3 triliun atau meningkat 13%, sedangkan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) meraih laba Rp7,2 triliun atau tumbuh 6%. Sementara itu, PT Adhi Karya Tbk mencatatkan pertumbuhan laba tertinggi secara persentase. Laba emiten konstruksi tersebut mencapai Rp 69 miliar atau melonjak 667% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain pertumbuhan laba, Danantara juga menyoroti keberhasilan sejumlah BUMN melakukan
turnaround kinerja setelah menjalankan restrukturisasi. PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) berhasil membukukan laba Rp 635 miliar setelah pada periode sebelumnya masih mencatatkan rugi Rp 981 miliar. Danantara menyebut perbaikan tersebut didukung restrukturisasi perusahaan serta
capital support dari Danantara Asset Management (DAM). Perbaikan serupa juga dicatatkan PT Kimia Farma Tbk yang membalikkan kondisi rugi Rp 160 miliar menjadi laba Rp 108 miliar. Adapun PT Semen Indonesia Tbk membukukan laba Rp 106 miliar setelah sebelumnya mencatatkan rugi Rp 66 miliar, didorong transformasi bisnis yang dijalankan bersama DAM. Selain mencatatkan perbaikan kinerja BUMN, Danantara juga mulai merealisasikan mandat investasinya melalui sejumlah proyek strategis yang didanai antara lain dari dividen BUMN yang diterima sepanjang 2025. Sebagian dividen tersebut dialokasikan untuk mendukung proyek-proyek yang dinilai memiliki nilai strategis bagi pembangunan nasional dan diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang.
Baca Juga: Aturan RPMK Kemasan Polos Rokok Dikritik, Bisa Berimbas ke 6 Juta Pekerja Tembakau Beberapa investasi yang telah direalisasikan antara lain pengembangan ekosistem haji dan umrah Indonesia di Makkah guna meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem haji global.
Selain itu, Danantara juga mulai mengembangkan proyek
waste-to-energy (WTE) untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan, meningkatkan ketahanan energi, serta mendorong transisi menuju ekonomi hijau. Rohan menegaskan seluruh investasi tersebut dijalankan dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, disiplin investasi, pengelolaan risiko yang prudent, serta berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan masyarakat. Adapun laporan keuangan konsolidasian Danantara Indonesia tahun buku 2025 masih berada dalam proses penyelesaian sesuai tahapan audit yang berlaku. Perseroan menyatakan laporan tersebut akan dipublikasikan setelah seluruh proses audit selesai sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News