Bundamedik (BMHS) Bangun Skybridge RS Bunda Jakarta, Target Beroperasi Akhir 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bundamedik Tbk (BMHS) memulai pembangunan jembatan penghubung (skybridge) yang akan mengintegrasikan layanan antara RSIA Bunda Jakarta dan RSU Bunda Jakarta.

Pembangunan proyek tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang digelar pada Rabu (10/6). Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo.

Baca Juga: Chitose Internasional (CINT) Optimistis Capai Target Kinerja 2026, Ini Pendorongnya


Presiden Direktur PT Bundamedik Tbk, Agus Heru Darjono mengatakan, pembangunan skybridge merupakan bagian dari komitmen Perseroan dalam menghadirkan layanan kesehatan yang terintegrasi di seluruh ekosistem BMHS Group.

“Jembatan penghubung ini memperkuat kolaborasi dalam ekosistem BMHS Group sehingga mendukung peningkatan keselamatan pasien serta menghadirkan pengalaman perawatan yang lebih konsisten dan berkesinambungan di seluruh perjalanan pasien,” ujar Agus dalam konferensi pers peresmian pembangunan Skybridge RS Bunda Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Menurut Agus, pembangunan skybridge merupakan bagian dari peta jalan pertumbuhan jangka panjang Perseroan.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi operasional BMHS sekaligus mendukung pengembangan layanan unggulan dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Ia menjelaskan, integrasi tersebut akan menghubungkan dua layanan unggulan yang selama ini menjadi identitas RS Bunda Jakarta.

Baca Juga: Jakpro Gandeng Feel Good Network Perkuat Komersialisasi JIS

Di bidang neonatal, RSIA Bunda Jakarta merupakan salah satu pusat rujukan nasional yang memiliki 10 tempat tidur Neonatal Intensive Care Unit (NICU) Level 3 dan menangani ratusan bayi berisiko tinggi setiap tahunnya dengan dukungan dokter subspesialis neonatal.

BMHS juga dikenal sebagai pelopor program Family Integrated Care (FICare) di Indonesia, yakni pendekatan yang melibatkan orang tua secara aktif dalam perawatan bayi prematur untuk meningkatkan hasil klinis pasien.

Selain itu, BMHS merupakan salah satu pionir layanan bedah robotik (robotic surgery) di Indonesia dengan lebih dari 800 pasien yang telah ditangani sejak 2012.

“Dengan skybridge yang menghubungkan kedua fasilitas, akses pasien ke dua layanan unggulan ini, yang selama ini terpisah secara fisik, kini menjadi lebih mudah, lebih aman, dan lebih terkoordinasi dalam satu alur perawatan yang seamless,” jelasnya.

Dari sisi pengembangan proyek, BMHS menargetkan proses konstruksi dapat dimulai dalam dua pekan ke depan setelah seluruh persiapan teknis dan koordinasi dengan instansi terkait selesai dilakukan.

Adapun terkait nilai investasi proyek, Perseroan masih menunggu finalisasi Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang disusun berdasarkan arahan dari Dinas Kebudayaan.

Oleh sebab itu, besaran investasi pembangunan skybridge masih dalam tahap pembahasan bersama arsitek dan pihak terkait.

Baca Juga: Lintasrta Perkuat Fondasi Transformasi AI Indonesia Lewat Intelligent Core

Meski demikian, BMHS memastikan kebutuhan pendanaan proyek tersebut telah masuk dalam rencana belanja modal (capital expenditure/capex) yang sebelumnya telah dianggarkan oleh Perseroan.

“Kami masih menunggu RAB dan segala macamnya dari mereka. Dari situ nanti akan muncul RAB-nya. Mudah-mudahan pasti tercakup dalam capex yang sudah kita budgetkan,” kata Agus.

BMHS menargetkan skybridge dapat mulai beroperasi pada akhir 2026 sehingga integrasi layanan antara RSIA Bunda Jakarta dan RSU Bunda Jakarta dapat segera dimanfaatkan oleh pasien maupun tenaga medis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News