JAKARTA. Angin segar menyambangi perbankan tanah air. Ibarat dua sisi mata uang, permintaan kredit yang sepi membuat bank leluasa menurunkan bunga deposito untuk mengurangi beban bunga. Proyeksi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), perbankan berpeluang kembali memangkas suku bunga deposito. Sebab, likuiditas bank melonggar di tengah perlambatan permintaan kredit. Faktor lain, bank mendapat berkah likuiditas dari efek perluasan definisi deposito, dari loan to deposit ratio (LDR) menjadi loan to funding ratio (LFR). Doddy Ariefianto, Direktur Grup Risiko Perbankan dan Sistem Keuangan LPS, menuturkan, ruang untuk menggunting bunga deposito ke depan sekitar 20 basis poin (bps) hingga 25 bps untuk bunga pasaran.
Bunga deposito akan terus menyusut
JAKARTA. Angin segar menyambangi perbankan tanah air. Ibarat dua sisi mata uang, permintaan kredit yang sepi membuat bank leluasa menurunkan bunga deposito untuk mengurangi beban bunga. Proyeksi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), perbankan berpeluang kembali memangkas suku bunga deposito. Sebab, likuiditas bank melonggar di tengah perlambatan permintaan kredit. Faktor lain, bank mendapat berkah likuiditas dari efek perluasan definisi deposito, dari loan to deposit ratio (LDR) menjadi loan to funding ratio (LFR). Doddy Ariefianto, Direktur Grup Risiko Perbankan dan Sistem Keuangan LPS, menuturkan, ruang untuk menggunting bunga deposito ke depan sekitar 20 basis poin (bps) hingga 25 bps untuk bunga pasaran.