KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah bank digital menawarkan bunga deposito hingga 9% per tahun dengan pilihan tenor yang beragam. Tingginya imbal hasil tersebut dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin memarkir dana sementara di tengah volatilitas pasar saham. Bank INA menawarkan suku bunga deposito hingga 8,5% per tahun melalui layanan Binadigital. Penawaran tersebut merupakan bagian dari promo yang berlangsung pada 10-28 Oktober 2026. Suku bunga deposito reguler ditawarkan hingga 7,88% per tahun. Wakil Direktur Utama Bank INA Yulius Purnama Junaedi mengatakan, penawaran bunga deposito tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan mengembangkan layanan perbankan digital dan memberikan nilai tambah bagi nasabah. “Melalui Binadigital, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi perbankan digital yang tidak hanya aman dan mudah diakses, tetapi juga memberikan nilai tambah yang optimal bagi nasabah,” ujar Yulius dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/10/2026). Baca Juga: Dampak PHK ke Rasio Kredit Macet Perbankan Diprediksi Terasa pada 2027 Amar Bank menawarkan bunga deposito hingga 9% per tahun dengan tenor 36 bulan. Adapun Allo Bank juga tawarkan bunga bunga hingga 9% per tahun untuk nasabah baru setiap pembukaan deposito di hari Rabu, dengan tenor hingga 24 bulan. Krom Bank menawarkan bunga deposito hingga 8% per tahun melalui produk Krom Max untuk tenor 12 bulan. Bank Jago tawarkan bunga deposito hingga 6,25% per tahun dengan tenor 12 bulan. Adapun SeaBank mencapai 6% per tahun untuk tenor 12 bulan Senior Vice President LPPI Trioksa Siahaan mengatakan, persaingan bunga deposito bank digital yang masih tinggi menunjukkan strategi agresif perbankan digital dalam mencari likuiditas dan memperluas basis nasabah. Deposito di bank digital dapat menjadi alternatif bagi nasabah untuk memarkir dana di tengah volatilitas pasar. "Di tengah volatilitas pasar, deposito digital dapat menjadi alternatif parkir dana karena menawarkan kepastian imbal hasil tanpa fluktuasi harga pasar," ujar Trioksa kepada Kontan, Minggu (11/10/2026). Meski menawarkan imbal hasil yang menarik, nasabah tetap perlu cek status penjaminan simpanannya. Mengutip situs resmi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), tingkat bunga penjaminan (TBP) untuk simpanan rupiah di bank umum ditetapkan sebesar 3,75% per tahun pada periode 1 Oktober 2026 hingga 31 Januari 2027. Simpanan yang dijamin juga dibatasi maksimal Rp 2 miliar per nasabah di setiap bank. Bank digital merupakan bank umum, sehingga deposito dengan bunga di atas 3,75% per tahun tidak memenuhi salah satu syarat. "Nasabah dapat memanfaatkan persaingan ini dengan membandingkan bunga bersih setelah pajak, tenor, fleksibilitas pencairan, dan kesehatan bank. Prinsipnya, jangan hanya mengejar bunga tertinggi, tetapi pertimbangkan juga keamanan dan likuiditas dana," jelas Trioksa. Baca Juga: LinkAja Catat Pertumbuhan Transaksi QRIS 10% pada Kuartal III-2026, Bisa Tumbuh 20%
Bunga Deposito Bank Digital Menggiurkan Hingga 9%, Awas Tak Masuk Jaminan LPS
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah bank digital menawarkan bunga deposito hingga 9% per tahun dengan pilihan tenor yang beragam. Tingginya imbal hasil tersebut dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin memarkir dana sementara di tengah volatilitas pasar saham. Bank INA menawarkan suku bunga deposito hingga 8,5% per tahun melalui layanan Binadigital. Penawaran tersebut merupakan bagian dari promo yang berlangsung pada 10-28 Oktober 2026. Suku bunga deposito reguler ditawarkan hingga 7,88% per tahun. Wakil Direktur Utama Bank INA Yulius Purnama Junaedi mengatakan, penawaran bunga deposito tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan mengembangkan layanan perbankan digital dan memberikan nilai tambah bagi nasabah. “Melalui Binadigital, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi perbankan digital yang tidak hanya aman dan mudah diakses, tetapi juga memberikan nilai tambah yang optimal bagi nasabah,” ujar Yulius dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/10/2026). Baca Juga: Dampak PHK ke Rasio Kredit Macet Perbankan Diprediksi Terasa pada 2027 Amar Bank menawarkan bunga deposito hingga 9% per tahun dengan tenor 36 bulan. Adapun Allo Bank juga tawarkan bunga bunga hingga 9% per tahun untuk nasabah baru setiap pembukaan deposito di hari Rabu, dengan tenor hingga 24 bulan. Krom Bank menawarkan bunga deposito hingga 8% per tahun melalui produk Krom Max untuk tenor 12 bulan. Bank Jago tawarkan bunga deposito hingga 6,25% per tahun dengan tenor 12 bulan. Adapun SeaBank mencapai 6% per tahun untuk tenor 12 bulan Senior Vice President LPPI Trioksa Siahaan mengatakan, persaingan bunga deposito bank digital yang masih tinggi menunjukkan strategi agresif perbankan digital dalam mencari likuiditas dan memperluas basis nasabah. Deposito di bank digital dapat menjadi alternatif bagi nasabah untuk memarkir dana di tengah volatilitas pasar. "Di tengah volatilitas pasar, deposito digital dapat menjadi alternatif parkir dana karena menawarkan kepastian imbal hasil tanpa fluktuasi harga pasar," ujar Trioksa kepada Kontan, Minggu (11/10/2026). Meski menawarkan imbal hasil yang menarik, nasabah tetap perlu cek status penjaminan simpanannya. Mengutip situs resmi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), tingkat bunga penjaminan (TBP) untuk simpanan rupiah di bank umum ditetapkan sebesar 3,75% per tahun pada periode 1 Oktober 2026 hingga 31 Januari 2027. Simpanan yang dijamin juga dibatasi maksimal Rp 2 miliar per nasabah di setiap bank. Bank digital merupakan bank umum, sehingga deposito dengan bunga di atas 3,75% per tahun tidak memenuhi salah satu syarat. "Nasabah dapat memanfaatkan persaingan ini dengan membandingkan bunga bersih setelah pajak, tenor, fleksibilitas pencairan, dan kesehatan bank. Prinsipnya, jangan hanya mengejar bunga tertinggi, tetapi pertimbangkan juga keamanan dan likuiditas dana," jelas Trioksa. Baca Juga: LinkAja Catat Pertumbuhan Transaksi QRIS 10% pada Kuartal III-2026, Bisa Tumbuh 20%