JAKARTA. Indonesia harus membayar mahal untuk mendapat utang dari pasar global. Pemerintah mesti membayar kupon 5,25% dan imbal hasil (yield) 5,375% untuk obligasi global bertenor 30 tahun senilai US$ 1,75 miliar. Harga yang harus kita bayar jelas lebih tinggi ketimbang Filipina, Brasil dan Meksiko. Mereka yang sama-sama menjajakan obligasi global di awal tahun ini. Kondisi ini bisa membuat beban bujet untuk membayar bunga utang makin berat. Tahun ini bujet membayar bunga utang Rp 123 triliun.Di mata investor, global bond yang dijuluki RI0142 memang lebih menarik ketimbang obligasi negara Filipina. Sebab, tingkat risiko Indonesia lebih rendah, dengan predikat investment grade dari Fitch Rating. Wajar jika dalam masa penawaran, permintaan mencapai US$ 3,6 miliar.
Bunga global bond Indonesia terlalu tinggi
JAKARTA. Indonesia harus membayar mahal untuk mendapat utang dari pasar global. Pemerintah mesti membayar kupon 5,25% dan imbal hasil (yield) 5,375% untuk obligasi global bertenor 30 tahun senilai US$ 1,75 miliar. Harga yang harus kita bayar jelas lebih tinggi ketimbang Filipina, Brasil dan Meksiko. Mereka yang sama-sama menjajakan obligasi global di awal tahun ini. Kondisi ini bisa membuat beban bujet untuk membayar bunga utang makin berat. Tahun ini bujet membayar bunga utang Rp 123 triliun.Di mata investor, global bond yang dijuluki RI0142 memang lebih menarik ketimbang obligasi negara Filipina. Sebab, tingkat risiko Indonesia lebih rendah, dengan predikat investment grade dari Fitch Rating. Wajar jika dalam masa penawaran, permintaan mencapai US$ 3,6 miliar.