JAKARTA. Para bankir BUMN mengakui ada arahan dari Kementerian BUMN untuk menurunkan suku bunga kredit agar tingkat bunga kredit di Indonesia setara dengan bank-bank negara tetangga yang satu digit. Harapannya, bunga kredit satu digit ini akan mendorong efisiensi, daya saing dan peningkatan pertumbuhan kredit bank-bank berplat merah. "Pemerintah ingin bank BUMN memberikan bunga kredit satu digit (single digit) di bawah 10%," kata Direktur Keuangan PT Bank Raykat Indonesia Tbk (BRI) Haru Koesmahargyo, di Gedung DPR MPR, Senin (22/2). Saat ini, himbauan suku bunga kredit single digit ini masih berbentuk arahan meskipun akan kemungkinan menjadi aturan. Nah, bank-bank BUMN memerlukan waktu untuk memasuki era bunga kredit rendah. Misalnya, tahap awal bunga kredit single digit untuk segmen kredit usaha rakyat (KUR) sebesar 9%, kemudian segmen kredit lain seperti ritel dan komersial. Kenapa butuh waktu? Karena bank perlu menurunkan suku bunga simpanan untuk menekan biaya dana (cost of fund).
Bunga kredit bank BUMN single digit, mungkinkah?
JAKARTA. Para bankir BUMN mengakui ada arahan dari Kementerian BUMN untuk menurunkan suku bunga kredit agar tingkat bunga kredit di Indonesia setara dengan bank-bank negara tetangga yang satu digit. Harapannya, bunga kredit satu digit ini akan mendorong efisiensi, daya saing dan peningkatan pertumbuhan kredit bank-bank berplat merah. "Pemerintah ingin bank BUMN memberikan bunga kredit satu digit (single digit) di bawah 10%," kata Direktur Keuangan PT Bank Raykat Indonesia Tbk (BRI) Haru Koesmahargyo, di Gedung DPR MPR, Senin (22/2). Saat ini, himbauan suku bunga kredit single digit ini masih berbentuk arahan meskipun akan kemungkinan menjadi aturan. Nah, bank-bank BUMN memerlukan waktu untuk memasuki era bunga kredit rendah. Misalnya, tahap awal bunga kredit single digit untuk segmen kredit usaha rakyat (KUR) sebesar 9%, kemudian segmen kredit lain seperti ritel dan komersial. Kenapa butuh waktu? Karena bank perlu menurunkan suku bunga simpanan untuk menekan biaya dana (cost of fund).