KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan penurunan suku bunga kredit perbankan masih berlangsung secara bertahap meskipun suku bunga acuan sudah turun sejak September 2025 ke level 4,75%. Kondisi ini tidak lepas dari masih tingginya biaya dana (cost of fund) yang dihadapi perbankan. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa transmisi penurunan suku bunga kebijakan ke suku bunga kredit memang membutuhkan waktu dan sangat bergantung pada struktur pendanaan masing-masing bank. Data menunjukkan, rerata suku bunga kredit rupiah pada Februari 2026 tercatat 8,80%, turun 44 basis poin (bps) secara tahunan dibandingkan 9,22% pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini terutama didorong oleh turunnya bunga kredit investasi sebesar 69 bps.
Bunga Kredit Masih Sulit Turun, OJK Beberkan Penyebabnya
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan penurunan suku bunga kredit perbankan masih berlangsung secara bertahap meskipun suku bunga acuan sudah turun sejak September 2025 ke level 4,75%. Kondisi ini tidak lepas dari masih tingginya biaya dana (cost of fund) yang dihadapi perbankan. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa transmisi penurunan suku bunga kebijakan ke suku bunga kredit memang membutuhkan waktu dan sangat bergantung pada struktur pendanaan masing-masing bank. Data menunjukkan, rerata suku bunga kredit rupiah pada Februari 2026 tercatat 8,80%, turun 44 basis poin (bps) secara tahunan dibandingkan 9,22% pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini terutama didorong oleh turunnya bunga kredit investasi sebesar 69 bps.
TAG: