Bunga kredit multifinance bisa turun lagi



JAKARTA. Bunga kredit murah masih akan menjadi andalan multifinance untuk memacu pembiayaan. Tahun depan, peluang multifinance memangkas bunga kredit terbuka. Hal ini sejalan dengan adanya sumber dana murah dari perbankan.

Harjanto Tjitoharjo, Direktur Mandiri Tunas Finance  (MTF) mengatakan, tahun depan rencananya Bank Mandiri akan memperbesar pendanaan ke MTF. Sokongan dana dari induk usaha ini memungkinkan MTF memperoleh bunga murah.

"Saat ini portofolio  bunga murah yang MTF dapat dari Bank Mandiri mencapai Rp 3 triliun. Baru 16% dari target yang akan kami dapat Rp 18 triliun," kata Harjanto.


Menurut dia, nasabah kini lebih cenderung menanyakan bunga kredit yang diberikan multifinance ketimbang uang muka alias down payment (DP). Apalagi, soal uang muka ini sudah diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).     Hanya saja, tidak semua nasabah MTF bisa mendapatkan bunga kredit lebih miring. Hanya nasabah yang mampu memberikan DP sebesar 25% yang mendapatkan bunga murah. Sebagai informasi, MTF menawarkan bunga kredit mulai dari 3,98% untuk tenor lima tahun.

Lebih lanjut Harjanto mengatakan, MTF ingin porsi pendanaan dengan bunga murah naik dengan dari 15% menjadi 25%. Sehingga, konsumen dapat menikmatinya. Lewat pembiayaan bunga murah, ia yakin pembiayaan bisa terangkat. Tahun depan, MTF menargetkan pembiayaan bisa mencapai Rp 20 triliun.

BCA Finance juga akan menawarkan bunga ringan ke nasabahnya. Namun, multifinance ini belum bisa memastikan rencana penurunan bunga kredit lagi.  Saat ini bunga kredit BCA Finance mulai dari 3,25% untuk tenor satu tahun dan sebesar 4,05% untuk tenor dua tahun.

Lalu, tenor tiga tahun sebesar 4,25%, tenor empat tahun 4,55% dan tenor lima tahun 5,75%. Roni Haslim, Direktur Utama BCA Finance mengatakan, suku bunga bunga satu digit kepada nasabah ini akan dipertahankan tahun depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini