Bunga makin kuncup, deposito masih banyak peminat



KONTAN.CO.ID - 

JAKARTA. Arah suku bunga deposito yang bergerak ke bawah tak akan membuat deposan goyah. Terbukti, simpanan deposito tumbuh 11,32% menjadi Rp 2.290,0 triliun per September 2017, meskipun bunga deposito secara tahunan (year on year) telah turun 32 bps–54 bps hingga periode tersebut.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Suprajarto mengatakan, tren penurunan bunga deposito tidak akan berpengaruh terhadap pertumbuhan deposito BRI. "Deposito masih akan naik hingga akhir tahun ini, meskipun bunga simpanan cenderung akan turun," terangnya kepada KONTAN, Senin (6/11).


Bank berkode saham BBRI ini mencatat penghimpunan deposito sebesar Rp 343,58 triliun (konsolidasi) per kuartal III-2017. Angka ini naik 12,71% dibandingkan posisi Rp 304,83 triliun di kuartal III-2016. Simpanan jumbo ini berkontribusi 44,54% terhadap total dana pihak ketiga (DPK) BRI sebesar Rp 770,60 triliun di September 2017.

Direktur PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Budi Satria menyampaikan, pihaknya optimistis akan mencapai pertumbuhan deposito sebesar 20%–25% hingga akhir tahun ini. Kendati demikian, BTN hanya mencatat kenaikan deposito 7,65% menjadi Rp 86,39 triliun di kuartal III-2017 dari perhitungan Rp 80,24 triliun per kuartal III-2016.

Menurutnya, BTN mencatat perlambatan deposito karena dua alasan. Pertama, penurunan bunga deposito sehingga membuat deposan mengalihkan dana mereka ke investasi yang lebih untung. Kedua, BTN sengaja memperlambat laju simpanan deposito untuk memangkas biaya dana atau cost of fund.

Sekretaris Perusahaan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jan Hendra mengatakan, kemungkinan nasabah akan memindahkan dana mereka dari deposito ke instrumen lain dari tren penurunan bunga simpanan. Pasalnya, BCA mencatat simpanan deposito tumbuh lambat di kuartal III dibandingkan pertumbuhan pada kuartal II.

Tercatat, BCA menghimpun deposito sebesar Rp 146,39 triliun per kuartal III-2017. Simpanan ini naik 36,44% dibandingkan posisi Rp 107,63 triliun di kuartal III-2016.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dessy Rosalina