Buntut Antrean Panjang SPBU, Bahlil Minta Kapolri Tindak Pengepul BBM Subsidi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengendus adanya praktik penyimpangan distribusi BBM bersubsidi.

Bahlil melihat adanya oknum yang sengaja memanfaatkan selisih harga BBM bersubsidi dengan membeli secara berulang memakai kendaraan pribadi bertangki besar untuk kemudian dijual kembali demi meraup keuntungan.

Guna mengatasi persoalan tersebut, Bahlil langsung berkoordinasi dengan Kepolisian Republik Indonesia untuk melakukan tindakan penegakan hukum secara tegas. 


Baca Juga: Mendag: Kewajiban 30% Promosi UMKM di Department Store Tetap Berlaku

"Ya saya minta tolong sama Pak Kapolri, 'Pak, kalau begini ditindak saja melalui proses hukum.' Masa minyak BBM Solar subsidi ditampung kemudian dijual lagi dengan harga industri. Itu kan subsidinya kan ditanggung oleh negara," ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Bahlil menegaskan, praktik tersebut sangat merugikan keuangan negara mengingat besarnya alokasi anggaran subsidi yang disiapkan pemerintah. Terkait pasal atau tindak pidana yang akan disangkakan kepada para pelaku penyelewengan, ia menyerahkan sepenuhnya mekanisme operasional dan proses hukum ke aparat.

Mengenai kondisi pasokan nasional, Bahlil memastikan ketersediaan BBM di tingkat produsen maupun kilang berada dalam posisi aman dan mencukupi.

"Stoknya enggak ada masalah. Dari kilangnya enggak ada masalah. Yang bermasalah itu adalah jalur distribusinya, makanya kita nambah kapal," tegasnya.

Guna memperlancar penyaluran BBM ke berbagai wilayah termasuk Bali, pemerintah turut menambah armada kapal tanker untuk memperkuat rantai pasok logistik.

Baca Juga: Stok Pertalite Nasional Tersisa 16–18 Hari, Bahlil Targetkan Pulih Sepekan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News