KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dua perusahaan raksasa asal Jepang, Tokyo Gas Co., Ltd. dan Hanwa Co., Ltd., menggelar kunjungan ke Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, pada Senin (2/3) lalu. Kunjungan tersebut dilakukan dalam kapasitas mereka sebagai buyer wood pellet dari PT Biomasa Jaya Abadi (PT BJA) yang beroperasi di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Agenda utama kunjungan tersebut adalah audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Pohuwato guna memperoleh informasi langsung terkait aspek legalitas, operasional, serta dampak keberadaan PT BJA di wilayah tersebut. Rombongan buyer diterima langsung oleh Bupati Pohuwato, Syaipul A. Mbuinga, didampingi Sekretaris Daerah dan sejumlah pejabat terkait.
Baca Juga: Industri Biomassa Gorontalo Bebas Deforestasi, BJA Group Serap Ribuan Pekerja Dalam pertemuan tersebut, Tokyo Gas dan Hanwa mengajukan sejumlah pertanyaan, terutama terkait aspek legalitas dan perizinan perusahaan. Pemerintah Kabupaten Pohuwato menegaskan bahwa PT BJA merupakan investor yang telah memenuhi seluruh ketentuan perizinan dan menjalankan operasionalnya secara legal sesuai regulasi yang berlaku. “Proses perizinan PT BJA telah melalui mekanisme evaluasi administratif dan teknis sebagaimana diatur dalam sistem perizinan berusaha,” tegas Bupati Pohuwato Syaiful A. Mbuinga, seperti dikutip, Rabu (4/3). Selain aspek legalitas, Tokyo Gas dan Hanwa menaruh perhatian pada dampak sosial dan ekonomi PT BJA terhadap masyarakat sekitar. Pemerintah Kabupaten Pohuwato menjelaskan, keberadaan PT BJA telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian daerah. Kontribusi nyata tersebut antara lain melalui penyerapan tenaga kerja yang hingga saat ini telah mencapai lebih dari 1.500 orang. Selain mengurangi tingkat pengangguran, keberadaan PT BJA juga berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, PT BJA juga melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sebagai bagian dari komitmen perusahaan kepada masyarakat secara berkelanjutan. “Investasi yang masuk ke Kabupaten Pohuwato, termasuk dari PT BJA, turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai sekitar 9%. Angka tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi yang produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat. Capaian ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Bupati Syaiful Terkait isu lingkungan, Pemerintah Kabupaten Pohuwato memastikan bahwa kegiatan pembukaan lahan oleh PT BJA dilaksanakan berdasarkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan dilakukan secara bertahap sesuai petak tebang. Setelah pembukaan lahan, PT BJA segera melakukan penanaman kembali dengan menanam pohon gamal. Adapun area yang termasuk zona konservasi, seperti buffer zone atau sempadan sungai, tidak dilakukan pembukaan lahan.
Dalam kesempatan tersebut, pihak buyer juga menanyakan mekanisme penyampaian aspirasi masyarakat kepada pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Pohuwato menjelaskan bahwa masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara langsung ke Kantor Bupati, DPRD, maupun dinas terkait, dan akan diterima langsung oleh pejabat yang bertugas pada saat itu, tanpa melalui mekanisme email. Mengakhiri audiensi, Bupati Pohuwato menegaskan pentingnya kepatuhan perusahaan dalam memenuhi kewajiban pajak dan PNBP kepada negara dan daerah. Ia menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Pohuwato berkomitmen mendukung investasi yang legal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dengan tetap menjunjung tinggi kepatuhan regulasi serta perlindungan lingkungan. "Investasi PT BJA di Kabupaten Pohuwato telah sesuai dengan regulasi yang ada. Pemerintah selalu berkomunikasi dan melakukan pengawasan secara ketat kegiatan investasi di wilayah Pohuwato ini, termasuk kepada PT BJA," katanya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News