Bursa AS bullish, tak berdampak besar ke IHSG



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa saham Wall Street tengah bullish dan menggapai rekor tertinggi. Kesepakatan negosiasi dagang Amerika Serikat (AS) dengan Meksiko mengurangi kekhawatiran investor soal perang dagang, sehingga bursa saham AS menguat.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai, bursa saham AS yang menanjak akan membuat investor semakin berani mengambil risiko dengan berinvestasi di bursa Asia. Termasuk Bursa Efek Indonesia (BEI).

William melihat saat ini downtrend IHSG sudah selesai. "Jika resistance mencapai angka 6.120 ini sangat bagus sekali, mirip dengan kejadian tahun lalu saat IHSG akan bullish," kata William, Kamis (30/9).


Namun masih ada risiko dari eksternal. Yakni anjloknya mata uang sejumlah negara berkembang. Seperti rupee India dan peso Argentina.

Sentimen ini akan menekan pergerakan nilai tukar rupiah. Menurut William, kalau rupiah melemah tentu akan memberatkan IHSG.

Sementara, analis Trimegah Sekuritas Rovandi berpendapat, sentimen dari bursa AS tidak terlalu berdampak ke IHSG. Sebab saat ini arus dana asing sudah mulai masuk lagi.

Hanya saja, pasar akan mencermati kebijakan suku bunga Bank Sentral AS, The Federal Reserve. Bulan depan, The Fed diprediksi mengerek suku bunga lagi sehingga IHSG bisa terkoreksi lagi.

Namun, ia masih menargetkan IHSG di level 6.200-6.300 sampai akhir tahun ini. Cuma, Rovandi memprediksi, IHSG akan terkoreksi pada 1 minggu-2 minggu ke depan dengan level support 5.850.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat