Bursa AS diseret turun harga minyak



NEW YORK. Bursa Amerika Serikat harus ditutup dengan pelemahan, terseret penurunan harga minyak pada perdagangan Kamis (7/7). Padahal, Wall Street sempat menikmati penguatan berbekal data ketenagakerjaan yang dirilis kemarin. 

Dow Jones Industrial Average ditutup lebih rendah 22,74 poin atau 0,13% menjadi 17.895,88. Sedangkan Indeks Standard and Poor's 500 kehilangan 1,83 poin atau 0,09% menjadi 2.097,9.

"Hari ini didominasi oleh harga minyak. Dan jelas, pasar mempersiapkan diri untuk data ketenagakerjaan besok," kata Jack Ablin, chief investment officer di BMO Private Bank, Chicago, dikutip Reuters.


Harga minyak merosot tajam lebih dari 4% setelah pemerintah AS mengumumkan data cadangan minyak mingguan yang berakhir 1 Juli. Data dari Energy Information Administration (EIA) yang memperlihatkan ada penurunan pasokan minyak AS sebesar 2,2 juta barel, tidak memuaskan ekspektasi pasar yaitu penurunan 2,6 juta barel.

Harga minyak jenis Brent turun US$ 2,31 menjadi US$ 46,48 per barel dan crude West Texas Intermediate (WTI) jatuh US$ 2,22 menjadi US$ 45,22 per barel. 

Penurunan harga minyak menghapus gairah pasar di awal perdagangan yang mendapat tenaga dari data ketenagakerjaan.

Kemarin, pemerintah AS mengumumkan kenaikan tenaga kerja 172.000 orang di sektor swasta sepanjang Juni. Hasil ini lebih tinggi ketimbang perkiraan pasar, yaitu 159.000. 

Rilis ini seharusnya bisa menjadi gambaran positif data nonfarm payrolls Juni yang akan diumumkan nanti malam. Namun, pasar masih ragu-ragu mengingat data nonfarm payrolls bulan Mei lalu yang menunjukkan kenaikan di sektor swasta sebesar 168.000, namun di sektor pemerintahan hanya bertambah 38.000. Penambahan pekerja yang dibayarkan untuk pekerja pemerintahan ini merupakan yang terkecil sejak September 2010.      

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia