KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia terkoreksi pada perdagangan Senin (18/9) pagi, menyusul penurunan saham teknologi di Wall Street karena investor menantikan keputusan arah suku bunga The Fed. Pukul 8.21 WIB, indeks Hang Seng turun 113,85 poin atau 0,63% ke 18.069,04, Taiex turun 160,38 poin atau 0,95% ke 16.758,90, Kospi turun 16,23 poin atau 0,62% ke 2.585,47, ASX 200 turun 52,23 poin atau 0,72% ke 7.226,70, Straits Times turun 1,88 poin atau 0,06% ke 3.278,61 dan FTSE Malaysia turun 3,11 poin atau 0,20% ke 1.542,03. Mengutip Bloomberg, saham-saham di Korea Selatan dan Australia turun saat bel perdagangan. Bursa di Jepang libur, dan bank sentral akan mengadakan pertemuan akhir pekan ini. Di Asia, pengembang China yang tertekan, Country Garden Holdings Ci menghadapi lebih banyak ujian pada Senin ini, termasuk pemungutan suara untuk memperpanjang pembayaran obligasi lokalnya. Sementara itu, serikat pekerja di fasilias gas alam cair Chevron Corp di Australia Barat masih melakukan mogok kerja untuk hari kedua, yang memperpanjang ketidakpastian pasokan bahan bakar global.
Bursa Asia Terkoreksi Pada Perdagangan Senin (18/9) Pagi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia terkoreksi pada perdagangan Senin (18/9) pagi, menyusul penurunan saham teknologi di Wall Street karena investor menantikan keputusan arah suku bunga The Fed. Pukul 8.21 WIB, indeks Hang Seng turun 113,85 poin atau 0,63% ke 18.069,04, Taiex turun 160,38 poin atau 0,95% ke 16.758,90, Kospi turun 16,23 poin atau 0,62% ke 2.585,47, ASX 200 turun 52,23 poin atau 0,72% ke 7.226,70, Straits Times turun 1,88 poin atau 0,06% ke 3.278,61 dan FTSE Malaysia turun 3,11 poin atau 0,20% ke 1.542,03. Mengutip Bloomberg, saham-saham di Korea Selatan dan Australia turun saat bel perdagangan. Bursa di Jepang libur, dan bank sentral akan mengadakan pertemuan akhir pekan ini. Di Asia, pengembang China yang tertekan, Country Garden Holdings Ci menghadapi lebih banyak ujian pada Senin ini, termasuk pemungutan suara untuk memperpanjang pembayaran obligasi lokalnya. Sementara itu, serikat pekerja di fasilias gas alam cair Chevron Corp di Australia Barat masih melakukan mogok kerja untuk hari kedua, yang memperpanjang ketidakpastian pasokan bahan bakar global.