Bursa Asia: ASX 200 sulit mendaki karena minyak



SINGAPURA. Pada Rabu (8/2) pagi, pasar saham Asia diperdagangkan mixed. Berdasarkan data CNBC, pada pukul 08.20 waktu Singapura, indeks ASX 200 Australia hanya naik 0,1%. Kendati demikian, sektor energi mencatatkan penurunan cukup dalam yakni 0,8%.

Mayoritas saham-saham produsen minyak tampak tertekan. Saham Santos turun 0,9%, Oil Search turun 0,6%, da Beach Energy turun 1,66%.

Kondisi ini tak mengherankan mengingat harga minyak global mencatatkan penurunan 1% lebih pada transaksi Selasa kemarin. Data menunjukkan, terjadi kenaikan cadangan minyak di Amerika Serikat. Sementara, laporan Reuters melaporkan data American Petroleum Institute mengestimasi cadangan minyak AS melonjak 14,2 juta barel pada pekan lalu.


Sekadar tambahan informasi saja, harga minyak WTI mengalami penurunan 1,6% menjadi US$ 52,17 per barel Selasa kemarin. Pagi ini, harga minyak kian tertekan hingga ke posisi US$ 51,38 per barel. Sedangkan harga minyak Brent turun 1,2% menjadi US$ 55,05 per barel kemarin.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,25%. Sedangkan indeks Kospi Korea Selatan turun 0,62%.

Adapun di pasar mata uang, indeks dollar diperdagangkan cukup tinggi melawan keranjang mata uang utama dunia di posisi 100,48 per pukul 08.16 waktu Singapura. Angka tersebut naik dari level di bawah 100 pada sesi sebelumnya.

"Dalam beberapa hari terakhir, perlahan tapi pasti dollar berupaya bangkit kembali," jelas Rodrigo Catril, currency strategist National Australia Bank.

Sementara itu, yen diperdagangkan di posisi 112,42 versus dollar. Sedangkan dollar Australia berada di posisi US$ 0,7615 dan euro diperdagangkan di posisi US$ 1,0669.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie