Bursa Asia Bangkit, Saham Thailand Sentuh Level Tertinggi Lebih dari Tiga Tahun



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Selasa (21/7), didorong meredanya harga minyak serta optimisme menjelang rilis laporan keuangan sejumlah perusahaan chip dan kecerdasan buatan (AI).

Mengutip Reuters, indeks MSCI Emerging Markets Asia melonjak hampir 3%, ditopang penguatan saham-saham teknologi di Korea Selatan dan Taiwan yang menyumbang sekitar 60% bobot indeks tersebut.

Baca Juga: Indeks KOSPI Rebound: Ditutup Melonjak 3,6% Usai Anjlok 10% di Dua Sesi Sebelumnya


Indeks acuan KOSPI Korea Selatan ditutup naik 3,6%, mengakhiri pelemahan selama dua sesi sebelumnya setelah pasar sempat libur pada Jumat.

Sementara itu, indeks saham Taiwan melonjak 4,2%, sekaligus mengakhiri tren penurunan selama tiga hari berturut-turut.

Penguatan dipimpin oleh saham produsen chip memori AI SK Hynix yang naik 4,1%, sedangkan Samsung Electronics melesat 6,2%.

"Setiap saham yang terkait AI kini dihargai seolah-olah pertumbuhan saat ini akan terus berlanjut tanpa hambatan. Sedikit saja muncul indikasi perlambatan, pasar langsung bereaksi negatif," ujar analis pasar eToro, Zavier Wong.

Menurutnya, sebagian dana investor mulai beralih dari saham-saham AI yang valuasinya sudah sangat tinggi ke sektor lain yang dinilai lebih menarik.

Di Asia Tenggara, indeks saham Thailand (SET Index) naik hingga 0,7%, menyentuh level tertinggi sejak 23 Februari 2023 dan mencatat kenaikan selama lima sesi berturut-turut.

Kenaikan tersebut dipimpin oleh saham Delta Electronics yang melonjak 1,7%.

Strategis pasar Krung Thai Bank Poon Panichpibool mengatakan, pelemahan baht belakangan ini berpotensi meningkatkan minat investor asing terhadap saham Thailand, terutama jika ketegangan di Timur Tengah terus mereda.

Meski demikian, ia menilai ruang kenaikan indeks SET masih terbatas.

Baca Juga: Menlu ASEAN Bertemu, Suarakan Keprihatinan Atas Konflik di Timur Tengah

IHSG lanjutkan reli

Di Indonesia, IHSG naik hingga 1,5%, memperpanjang reli menjadi sembilan sesi berturut-turut.

Sementara itu, rupiah menguat ke kisaran Rp 17.870 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat melemah mendekati level Rp 18.000 per dolar AS pada awal pekan.

Reuters melaporkan rotasi investasi dari saham-saham AI yang sudah mahal membuka peluang bagi pasar Indonesia, yang sebelumnya tertinggal dibandingkan negara lain di kawasan.

Meski demikian, investor masih bersikap hati-hati menjelang peninjauan indeks MSCI pada November mendatang.

Baca Juga: Harga Minyak Tergelincir di Tengah Usaha Gencatan Senjata AS-Iran

Analis DBS menilai perubahan kondisi eksternal justru memperkuat alasan bagi Bank Indonesia (BI) untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga sebagai langkah antisipatif guna menjaga kepercayaan investor, terutama jika ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat.

Di pasar regional lainnya, indeks saham Filipina naik hingga 1,1%, sedangkan Singapura menguat sekitar 0,6%.

Pergerakan mata uang Asia cenderung terbatas. Dolar Taiwan sempat melemah ke 32,431 per dolar AS, sementara won Korea Selatan menguat ke 1.471,1 per dolar AS.

TAG: