Bursa Asia Berfluktuasi Rabu (4/2) Pagi, Harga Minyak Naik dan Emas Bangkit Kembali



KONTAN.CO.ID - Pasar saham Asia bergerak tidak stabil pada Rabu (4/2/2026), mengikuti kejatuhan tajam bursa saham Amerika Serikat (AS) dan Eropa setelah muncul kekhawatiran bahwa kemajuan kecerdasan buatan (AI) dapat menggantikan peran perangkat lunak tradisional.

Tekanan jual dipicu oleh aksi jual di saham perusahaan analitik data, jasa profesional, dan perangkat lunak di AS dan Eropa.

Kekhawatiran investor meningkat setelah perusahaan AI Anthropic meluncurkan plug-in untuk agen kerja Claude Cowork pada Jumat lalu, yang dinilai berpotensi mendisrupsi industri tersebut.


Baca Juga: Mata Uang Asia Bergerak Terbatas Rabu (4/2) Pagi, Baht Thailand Menguat Paling Tinggi

Meski demikian, tekanan di Asia relatif lebih terbatas, mengingat kawasan ini secara historis lebih dominan di sektor manufaktur perangkat keras dibandingkan perangkat lunak.

Melansir Reuters, indeks MSCI saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,2%, sementara indeks Nikkei Jepang melemah 1,23%.

Di pasar berjangka, Nasdaq futures turun 0,25%, S&P 500 futures melemah 0,1%, dan EUROSTOXX 50 futures turun tipis 0,07%.

“Perdagangan saham AI kini terbelah antara pemenang dan yang tertinggal,” kata Ben Bennett, Kepala Strategi Investasi Asia di L&G Asset Management.

Ia mencontohkan penurunan saham Microsoft meski membukukan kinerja yang solid, akibat kekhawatiran terhadap bisnis perangkat lunaknya.

Di Asia, indeks KOSPI Korea Selatan turun 0,14%, sementara saham Taiwan melemah 0,68%.

Baca Juga: Boeing Rencanakan Penerbangan Perdana 777X Produksi pada April 2026

Harga Minyak Menguat, Ketegangan Timur Tengah Jadi Pemicu

Di pasar komoditas, harga minyak naik di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Kontrak berjangka Brent naik 1% ke level US$68,03 per barel, sementara minyak mentah AS (WTI) menguat 1,1% ke US$63,90 per barel.

Penguatan harga dipicu insiden militer terbaru, setelah AS menembak jatuh drone Iran yang mendekati kapal induk Abraham Lincoln di Laut Arab.

Selain itu, sejumlah kapal cepat bersenjata Iran dilaporkan mendekati kapal tanker berbendera AS di Selat Hormuz, jalur vital ekspor minyak dunia.

Sebagian besar ekspor minyak negara-negara OPEC seperti Arab Saudi, Iran, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak melewati Selat Hormuz, terutama menuju pasar Asia.

Baca Juga: Surplus China 2025: Ini 15 Negara Penyumbang Terbesar, Ada Indonesia?

Emas Bangkit Usai Koreksi Tajam

Logam mulia mulai pulih setelah mengalami tekanan hebat sebelumnya. Harga emas spot kembali menembus level US$5.000 per ons troi, naik 1,5% ke US$5.014,31 per ons troi. Harga perak juga menguat 1,7% ke US$86,57 per ons.

Aksi jual sebelumnya terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menunjuk Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve.

Pasar menilai Warsh cenderung memangkas neraca The Fed, langkah yang biasanya menekan aset tanpa imbal hasil seperti emas. Kenaikan margin perdagangan oleh CME turut memperparah tekanan jual.

“Kami memperkirakan volatilitas masih akan tinggi dalam jangka pendek, tetapi stabilisasi akan terjadi setelah pasar menemukan keseimbangannya,” kata Joshua Chim, General Manager broker daring FSMone.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Lagi Rabu (4/2) Pagi: Brent ke US$67,98 & WTI ke US$63,90

Mata Uang dan Kripto Bergerak Terbatas

Di pasar valuta asing, pergerakan relatif tenang. Dolar AS menghentikan reli terbarunya, sementara yen Jepang melemah ke atas level 156 per dolar AS menjelang pemilu parlemen Jepang akhir pekan ini.

Euro diperdagangkan di US$1,1821 dan pound sterling di US$1,3710.

Sementara itu, bitcoin masih tertekan dan berada dekat level terendah sejak November 2024. Aset kripto terbesar itu naik tipis 0,6% ke US$76.658,96, setelah sehari sebelumnya turun hampir 3%.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS relatif stabil, dengan yield obligasi tenor 10 tahun berada di kisaran 4,28% dan tenor dua tahun di 3,58%, seiring investor mencermati arah kebijakan moneter The Fed ke depan.

Selanjutnya: Penjualan BBM dan Lahan JIIPE Melesat, Potensi Dividen dari Saham AKRA Menggoda

Menarik Dibaca: Akun Instagram Terblokir? Waspadai Batasan Like dan Komentar Ini!