Bursa Asia Bergerak Variatif Kamis (14/5) Pagi, Pasar Tunggu Hasil Pertemuan Trump-Xi



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Asia-Pasifik bergerak bervariasi pada perdagangan Kamis (14/5/2026) seiring pelaku pasar mencermati pertemuan penting antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing.

Pertemuan tersebut dinilai akan menjadi penentu arah hubungan dagang AS-China serta prospek perdagangan global ke depan.

Trump tiba di Beijing pada Rabu (13/5/2026) untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi dengan Xi Jinping.


Baca Juga: Pasar Modal RI Kena Sorotan, FTSE Russell Coret Saham HSC Juni 2026

Dalam kunjungan tersebut, Trump turut didampingi sejumlah eksekutif perusahaan besar AS, termasuk CEO Tesla Elon Musk dan CEO Nvidia Jensen Huang.

Di kawasan Asia melansir data CNCB, indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,27%, sementara Topix turun 0,23%. Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,38% dan Kosdaq melonjak 1,31%.

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,16%.

Kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 26.799, lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 26.388,44.

Analis Goldman Sachs memperkirakan pertemuan Trump-Xi akan lebih difokuskan pada isu perdagangan dan kontrol ekspor, termasuk tarif, pembatasan rare earth, dan semikonduktor, ketimbang menghasilkan reset besar dalam hubungan bilateral kedua negara.

Baca Juga: Harga Turun 30%, Saham Milik Happy Hapsoro Ini Akan Dipecah 1:5, Pilih Beli / Jual?

Menurut Goldman Sachs, China berpotensi meningkatkan pembelian produk pertanian, energi, dan pesawat dari AS sebagai bagian dari upaya menghindari kenaikan tarif tambahan.

“Meski kecil kemungkinan menjadi game changer bagi hubungan AS-China, pertemuan ini dapat menjadi katalis taktis bagi penguatan yuan China dan saham-saham China,” tulis analis Goldman Sachs dalam risetnya.

Bank investasi tersebut juga mempertahankan pandangan positif terhadap aset China dengan alasan daya saing ekspor yang kuat dan valuasi mata uang yuan yang dinilai masih undervalued.

Goldman Sachs juga tetap overweight terhadap saham-saham China, terutama A-shares dibandingkan H-shares di Hong Kong.

Baca Juga: Saham Chip Angkat Wall Street Rabu (13/5), S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Di Wall Street, indeks S&P 500 kembali mencetak rekor tertinggi baru meski data inflasi AS lebih panas dari perkiraan pasar.

Indeks S&P 500 naik 0,58% ke level 7.444,25, sementara Nasdaq menguat 1,2% menjadi 26.402,34. Keduanya mencatat rekor tertinggi intraday maupun penutupan baru.

Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average turun 67,36 poin atau 0,14% ke level 49.693,20.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News