Bursa Asia Bersinar Jumat (10/4), Catat Kinerja Mingguan Terbaik Sejak 2022



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Jumat (10/4/2026) dan berada di jalur mencatat kinerja mingguan terbaik dalam lebih dari tiga tahun, didorong optimisme meredanya konflik di Timur Tengah.

Melansir Reuters, indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,9% dan mencatat kenaikan mingguan sekitar 7,3% terbesar sejak November 2022. Penguatan dipimpin oleh indeks ChiNext China yang melonjak 3,8%.

Baca Juga: PM Australia dan Singapura Sepakat Mempererat Kerjasama Energi, Atasi Gejolak Global


Sentimen positif muncul setelah Israel membuka peluang dialog dengan Lebanon, memicu harapan meredanya konflik yang selama ini mengganggu pasokan energi global, khususnya melalui Selat Hormuz.

Delegasi dari Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan menggelar pembicaraan di Pakistan pada akhir pekan ini untuk memperkuat kesepakatan gencatan senjata.

“Ini bisa menjadi awal dari berakhirnya konflik, sekaligus membuka peluang bagi investor untuk kembali fokus pada fundamental,” ujar Rupal Agarwal dari Bernstein di Singapura.

Di pasar global, indeks S&P 500 naik 0,6% pada sesi sebelumnya, seiring sentimen positif yang sama. Harga minyak juga masih bergejolak, dengan Brent naik 1,5% ke US$97,33 per barel, meskipun tetap di bawah level puncak sebelumnya.

Penutupan sebagian besar jalur Selat Hormuz yang biasanya dilalui sekitar 20% pasokan energi dunia telah mengguncang pasar global dalam beberapa pekan terakhir.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, bahkan mengkritik Iran karena dinilai belum sepenuhnya membuka jalur pengiriman minyak sesuai kesepakatan.

Baca Juga: Xi Jinping: China Tidak Akan Menolerir Kemerdekaan Taiwan

Dampak Regional

Sejumlah indikator menunjukkan dampak konflik mulai terasa di kawasan. Di China, harga produsen kembali mencatat inflasi untuk pertama kalinya dalam 3,5 tahun.

Sementara itu, Jepang berencana melepas cadangan minyak tambahan untuk menjaga stabilitas pasokan domestik.

Dari sisi pasar saham, indeks Nikkei 225 melonjak sekitar 1,8%, dengan saham Fast Retailing mencetak rekor tertinggi setelah kinerja laba yang kuat.

Di Korea Selatan, indeks KOSPI naik 1,4% dan mencatat kinerja mingguan terbaik dalam hampir lima tahun, meski Bank of Korea memperingatkan risiko inflasi dan perlambatan pertumbuhan.

Baca Juga: Harga Emas Siap Catat Kenaikan Mingguan, Prospek Suku Bunga AS Imbang Penguatan Dolar

Analis ING menilai bank sentral Korea Selatan mengambil pendekatan hati-hati dengan tetap membuka opsi kebijakan ke depan.

Di pasar mata uang, indeks dolar AS naik tipis 0,1% ke level 98,93.

Sementara itu, data ekonomi AS menunjukkan klaim pengangguran mingguan naik menjadi 219.000, namun klaim berkelanjutan turun ke level terendah sejak Mei 2024.

Indeks inflasi inti PCE juga naik 0,4% secara bulanan, dengan kenaikan tahunan mencapai 3,0%.

Di pasar obligasi, yield US Treasury tenor 10 tahun naik tipis ke 4,295%.

Untuk aset kripto, Bitcoin turun 1,0% ke US$71.723, sementara Ether melemah 1,3% ke US$2.185, mencerminkan aksi ambil untung setelah reli sebelumnya.