Bursa Asia Bervariasi di Awal Tahun 2026, Cek Reviewnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan bursa saham di kawasan Asia cenderung mixed dengan bias menguat di awal tahun 2026. Sejumlah indeks utama Asia mengawali tahun dengan performa positif, ditopang euforia New Year Rally serta meningkatnya optimisme pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).

Pada perdagangan Jumat (2/1/2026), Hang Seng Hong Kong mencatat penguatan paling signifikan, setelah melonjak 2,76% ke level 26.338,47. Penguatan juga terjadi pada bursa saham Korea Selatan dengan indeks Kospi Korea Selatan yang ditutup naik 2,27% ke 4.309,63, disusul Taiex Taiwan yang menguat 1,33% ke 29.349,81 dan ASX200 Australia yang naik 0,15% ke 8.727,80.

Sementara itu, sejumlah bursa utama Asia lainnya masih libur perdagangan. Di Jepang, Nikkei 225 terakhir ditutup melemah 0,37% ke 50.339,48, dan Topix turun 0,51% ke 3.408,97 pada 30 Desember 2025. Di China, Shanghai Composite terakhir menguat tipis 0,094% ke 3.968,84, sedangkan Shenzhen Component dan CSI300 masing-masing melemah 0,58% ke 13.525,02 dan 0,46% ke 4.629,94 pada 31 Desember 2025.


Baca Juga: Valas Asia Bergerak Beragam pada Perdagangan Perdana Tahun 2026

Head of Research Kisi Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai pergerakan bursa Asia sepanjang pekan ini cenderung menguat meski belum merata.

“Pergerakan bursa Asia mixed cenderung menguat karena euforia New Year Rally dan optimisme The Fed akan memangkas suku bunga lebih agresif pada kuartal I-2026,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (2/1/2026).

Menurut Wafi, ekspektasi penurunan suku bunga tersebut mendorong pergeseran alokasi dana investor global ke aset berisiko. “Hal ini membuat aset berisiko di Asia kembali dilihat investor global dibandingkan memegang dolar AS,” tambahnya.

Dari sisi sentimen, rilis data manufaktur China juga turut menopang pergerakan pasar regional. “Sentimen dominan berasal dari data PMI manufaktur China yang stabil di zona ekspansi, serta pelemahan indeks dolar AS (DXY),” jelas Wafi.

Ia menilai Hong Kong dan China menjadi bursa yang paling menonjol sepanjang pekan ini. “Hang Seng dan bursa China cukup menarik karena valuasinya sudah relatif murah,” katanya.

Baca Juga: IHSG Melesat 1,17% ke 8.748 pada Perdagangan Perdana Tahun Ini, Jumat (2/1/2026)

Pandangan serupa disampaikan Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta. Ia menilai pergerakan pasar saham Asia secara umum masih berada di jalur positif. “Pergerakan bursa di regional Asia sepanjang pekan ini adalah mixed to positive,” ujarnya.

Memasuki pekan depan, pelaku pasar Asia diperkirakan masih akan mencermati sejumlah agenda penting dari AS. Wafi menyebut data ketenagakerjaan AS serta risalah rapat The Fed akan menjadi fokus utama investor.

“Data tenaga kerja AS dan notulensi rapat The Fed penting untuk mengonfirmasi apakah ekonomi AS benar-benar menuju soft landing atau tidak,” pungkasnya.

Selanjutnya: Tren Ruang Tamu 2026 Terbaru yang Lebih Personal, Nyaman dan Cocok untuk Hunian

Menarik Dibaca: Tren Ruang Tamu 2026 Terbaru yang Lebih Personal, Nyaman dan Cocok untuk Hunian

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News