Bursa Asia Cetak Rekor Kamis (12/2), Data Tenaga Kerja AS Dongkrak Dolar



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Asia mencetak rekor tertinggi baru pada Kamis (12/2/2026) Pagi. Sementara dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis terhadap sebagian besar mata uang utama kecuali yen setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan meredam ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.

Fokus pasar kini tertuju pada rilis data inflasi AS pada Jumat (13/2/2026).

Saham Korea Selatan dan Jepang menyentuh level tertinggi sepanjang masa pada awal perdagangan, didorong sektor teknologi.


Baca Juga: Yen Menguat Tajam Kamis (12/2) Pagi, Dolar Tertekan Jelang Data Inflasi AS

Bursa Jepang melanjutkan reli setelah kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilu akhir pekan lalu dengan agenda peningkatan stimulus ekonomi.

Kenaikan tersebut mendorong indeks MSCI Asia-Pasifik (di luar Jepang) mencapai rekor baru, naik 0,65% pada hari ini dan membukukan penguatan sekitar 13% dalam enam pekan pertama tahun ini.

Data AS Ubah Ekspektasi Suku Bunga

Perhatian pasar pekan ini tertuju pada serangkaian data ekonomi AS. Laporan pada Rabu (11/2/2026) menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja Januari meningkat di luar dugaan.

Sementara tingkat pengangguran turun tipis menandakan pasar tenaga kerja tetap solid dan berpotensi mendorong Federal Reserve menahan suku bunga dalam waktu dekat.

Baca Juga: Bitcoin Terus Anjlok, Pakar Buka Suara: Haruskah Investor Jual Sekarang?

Thomas Mathews, Kepala Pasar Asia-Pasifik Capital Economics mengatakan, kondisi pasar tenaga kerja mungkin mulai mengetat.

“Jika demikian, investor mungkin terlalu melebihkan peluang pelonggaran lanjutan, dan obligasi pemerintah AS bisa menghadapi tekanan tambahan,” ujarnya.

Sebelum rilis data, peluang pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Maret sempat mencapai sekitar 20%.

Namun, setelah laporan tenaga kerja dirilis, probabilitas tersebut turun menjadi sekitar 5%, menurut CME FedWatch Tool.

Meski demikian, pelaku pasar masih memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun yang sensitif terhadap ekspektasi kebijakan suku bunga berada di 3,512% pada perdagangan Asia, setelah melonjak 5,8 basis poin pada sesi sebelumnya, kenaikan harian terbesar sejak akhir Oktober. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun tercatat di 4,186%.

Kenaikan imbal hasil membantu menopang dolar yang sebelumnya tertekan. Namun analis mencatat bahwa ketidakpastian terkait independensi The Fed dan risiko kebijakan masih membayangi, sehingga dolar membutuhkan lebih banyak kejutan positif dari data ekonomi untuk mempertahankan penguatan.

“Prospek pertumbuhan global yang membaik dan kinerja saham di luar AS yang terus mengungguli mendukung pandangan pelemahan dolar AS,” tulis analis OCBC dalam catatan riset.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Menguat Kamis (12/2) Pagi: Brent ke US$69,74 dan WTI ke US$65,00

Yen Menguat, Komoditas Bergerak Variatif

Yen menjadi pengecualian di tengah penguatan dolar, dengan kurs terakhir di 153,02 per dolar AS.

Mata uang Jepang telah melonjak hampir 3% sejak kemenangan Takaichi, seiring spekulasi bahwa mandat politik yang kuat memungkinkan kebijakan fiskal lebih disiplin tanpa perlu kompromi dengan oposisi.

Chris Weston, Kepala Riset Pepperstone mengatakan, posisi jual yen mulai dievaluasi ulang oleh pelaku pasar.

Namun ia menilai penguatan saat ini lebih mencerminkan koreksi dari tren pelemahan panjang ketimbang awal pasar bullish struktural.

Baca Juga: Defisit Anggaran AS Terus Membengkak di Era Trump, Tembus 6,7% PDB pada 2036

Di pasar komoditas, harga minyak melanjutkan kenaikan akibat kekhawatiran meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS. Brent naik 0,4% menjadi US$69,68 per barel, sementara WTI menguat 0,46% ke US$64,93 per barel.

Sebaliknya, harga emas spot turun 0,44% ke US$5.058,49 per ons troi, setelah melonjak lebih dari 1% pada sesi sebelumnya.

Selanjutnya: Peta Emiten Batubara Bergeser Seiring Kebijakan Pemangkasan RKAB 2026 & Kenaikan DMO

Menarik Dibaca: Promo Berhadiah Indomaret 5-18 Februari 2026, Beli 1 Gratis 1 Cokelat dan Pasta Gigi