Bursa Asia Dibuka Gugup Rabu (16/9) Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Asia bergerak hati-hati pada awal perdagangan Rabu (16/9/2026), setelah kenaikan imbal hasil obligasi global dan harga minyak tertahan menjelang keputusan kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) yang akan diumumkan hari ini.

Melansir Reuters, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang bergerak fluktuatif antara zona positif dan negatif setelah terkoreksi selama empat sesi berturut-turut.

Indeks tersebut terakhir naik 0,2%, dipimpin kenaikan saham Korea Selatan sebesar 0,8%.


Baca Juga: Dolar AS Bertahan Menguat Rabu (16/9) Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed

Kontrak berjangka S&P 500 naik tipis 0,1%. Pada perdagangan Selasa malam, indeks S&P 500 turun 0,5% dan mencatat penurunan selama dua hari berturut-turut.

Pelemahan tersebut terjadi ketika imbal hasil US Treasury 10 tahun menyentuh level tertinggi sejak 2007.

"Pasar saham AS ditutup lebih rendah pada perdagangan semalam karena kenaikan imbal hasil Treasury, lonjakan harga minyak mentah dan perdebatan yang semakin terpolarisasi mengenai perkembangan AI membuat pasar berada dalam suasana hati-hati," kata Tony Sycamore, analis pasar di IG Sydney.

Imbal hasil US Treasury 10 tahun turun 0,8 basis poin menjadi 4,9875% dalam perdagangan Asia. Sehari sebelumnya, yield tersebut sempat menembus level 5% untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.

Pergerakan yield menjadi perhatian investor menjelang keputusan suku bunga The Fed dan konferensi pers Ketua The Fed Kevin Warsh.

Baca Juga: Selain Di Indonesia, Korupsi Haji Juga Terjadi Di Negeri Tetangga, Kerugian Rp 3,7 T

Pasar hampir yakin The Fed naikkan bunga

Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed semakin kuat. Berdasarkan CME Group FedWatch, pasar kini memperkirakan peluang sebesar 92,4% untuk kenaikan suku bunga 25 basis poin.

Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan peluang 59,4% yang diperkirakan pasar sepekan sebelumnya.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama berada di sekitar level tertinggi dalam dua pekan, yakni 99,656.

Di pasar komoditas, harga minyak turun tipis pada perdagangan Asia. Harga minyak mentah Brent melemah 0,6% menjadi US$108,08 per barel setelah sebelumnya melonjak 2,9% pada Selasa.

Kenaikan harga minyak sebelumnya terjadi setelah sumber industri pelayaran mengatakan aktivitas pemuatan minyak di pusat ekspor Yanbu, Arab Saudi, di Laut Merah dihentikan. Riyadh juga membatalkan sejumlah pengiriman minyak kepada pelanggan di Eropa.

Baca Juga: Marak Penipuan Saham, Investor Ritel Korea Selatan Kehilangan US$250 Juta

Bitcoin kembali tertekan

Aset digital juga melanjutkan pelemahan setelah Senat AS pada Selasa menolak melanjutkan pembahasan rancangan undang-undang komprehensif mengenai cryptocurrency yang didukung Presiden Donald Trump.

Harga Bitcoin turun 0,1% menjadi US$75.816,24, sedangkan Ether melemah 0,2% menjadi US$2.403,27.

Baca Juga: Harga Emas Spot Tertekan Rabu (16/9) Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed