KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia bervariasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan pagi ini. Senin (19/10/2026) pukul 08.22 WIB, indeks Nikkei 225 melemah 1,65% ke 64.248,96. Berbeda, indeks Hang Seng dibuka naik 0,52% ke 24.186,83. Selanjutnya indeks TAIEX Taiwan turun 1,61% menjadi 46.354,17 dan indeks KOSPI Korea Selatan menguat 0,65% ke 5.704,75. Lalu ASX 200 terlihat naik tipis 0,06% ke 8.811,7. Di sisi lain, FTSE Straits Times melemah 0,23% ke 5.402,91 dan FTSE Malay KLCI turun 0,37% menjadi 1.601,77
Bursa Asia merosot pada hari ini (19/10/2026) karena kekhawatiran atas kebutuhan pendanaan AI yang sangat besar melemahkan kepercayaan menjelang minggu yang penuh dengan laporan pendapatan, sementara euro melemah setelah kerusuhan di seluruh Prancis.
Baca Juga: IHSG Berpotensi Kembali Melemah dalam Jangka Pendek, Simak Sentimennya Penurunan harga minyak memberikan dukungan bagi obligasi dan bursa saham berjangka Wall Street, membatasi kerugian di pasar Asia. Harga minyak turun setelah keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mencabut beberapa sanksi terhadap Rusia, meskipun ia kemudian mengatakan keputusan akhir tentang masalah tersebut belum dibuat. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pada hari Sabtu bahwa presiden akan membutuhkan waktu hingga 60 hari untuk menilai dampak ekonomi dari langkah tersebut. Harga minyak Brent berjangka masih turun 1,6% menjadi US$ 108,06 per barel dengan harga minyak mentah WTI turun 0,7% menjadi US$ 100,70 per barel. Sementara itu, Iran melaporkan bahwa sebuah kapal tanker lain telah menabrak ranjau di Selat Hormuz.
Ketegangan geopolitik yang dikombinasikan dengan aliran dana aman dari ekuitas memperpanjang reli obligasi pemerintah, dengan imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun turun 3 basis poin menjadi 5,0645%, setelah baru saja mencatat penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari delapan bulan. Pasar Asia terhambat oleh kekhawatiran tentang sektor teknologi; Nikkei Jepang turun 2,0% setelah ambles 5,4% di minggu lalu karena sektor teknologi mengalami penurunan tajam. Bursa saham Korea Selatan sempat 1,6% namun berhasil membalikkan keadaan. Indeks saham Asia-Pasifik terluas MSCI di luar Jepang turun 0,3%. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News