KONTAN.CO.ID - Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Rabu (15/7/2026) setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan meredakan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Sementara itu, harga minyak cenderung stabil setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana mengenakan biaya transit bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Baca Juga: Didier Deschamps Pamit dari Timnas Prancis, Warisan 14 Tahun Sulit Ditandingi Sentimen positif juga datang dari laporan keuangan bank-bank besar Wall Street yang melampaui ekspektasi. Namun, optimisme investor sedikit tertahan setelah saham IBM anjlok 25% akibat proyeksi pendapatan perusahaan yang lebih rendah dari perkiraan analis, memicu kekhawatiran bahwa reli saham bertema kecerdasan buatan (AI) mulai kehilangan momentum. Melansir
Reuters, Indeks KOSPI Korea Selatan yang didominasi saham-saham semikonduktor melonjak 6% pada awal perdagangan. Di Jepang, indeks Nikkei naik 0,4%, sedangkan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 1,7%.
Baca Juga: Unai Simon Pimpin Daftar Clean Sheet Piala Dunia 2026, Bidik Rekor Barthez Di pasar valuta asing, dolar Amerika Serikat melemah terhadap sebagian besar mata uang utama, meski masih menguat terhadap yen Jepang yang tetap berada dalam tren lemah. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun turun 11 basis poin menjadi 4,19%, dari posisi tertinggi 17 bulan yang hampir menyentuh 4,3% pada Selasa. Data menunjukkan, indeks harga konsumen (CPI) utama AS turun 0,4% pada Juni, menjadi penurunan bulanan pertama sejak pandemi Covid-19. Sementara itu, inflasi inti tahunan tercatat 2,6%, lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 2,8%. Analis J.P. Morgan menilai kombinasi inflasi yang melandai dan pertumbuhan laba perusahaan menjadi kabar yang sangat positif bagi pasar. "Inflasi lebih rendah di tengah pertumbuhan laba yang positif. Data ini seharusnya menghilangkan kekhawatiran mengenai kenaikan suku bunga pada Juli dan juga meredakan kekhawatiran untuk September. Kondisi ini membuka ruang bagi pasar untuk terus menguat," tulis analis J.P. Morgan dalam risetnya.
Baca Juga: Bursa Australia Sentuh Level Tertinggi Hampir Sebulan, Rio Tinto dan BHP Bersinar Pasar kini memperkirakan peluang The Fed menaikkan suku bunga pada Juli turun menjadi sekitar 16%, atau setengah dari perkiraan sebelumnya. Euro bertahan di atas level US$ 1,14, sementara dolar Australia menguat sekitar 0,8% dan menguji level US$ 0,70. Di pasar komoditas, minyak mentah Brent bergerak stabil di kisaran US$ 85,50 per barel setelah melonjak lebih dari 12% sepanjang pekan ini akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Pada Selasa, Trump kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan Iran dan mengancam menyerang pembangkit listrik serta jembatan jika Iran tidak kembali ke meja perundingan.
Baca Juga: Argentina Harus Kuasai Bola untuk Kalahkan Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026 Namun, ia membatalkan rencana mengenakan biaya transit sebesar 20% bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Di Wall Street, indeks Nasdaq ditutup naik 0,9% dan S&P 500 menguat 0,4% pada perdagangan sebelumnya. Kontrak berjangka indeks saham AS juga bergerak menguat tipis pada Rabu pagi. Selama sesi perdagangan Asia, perhatian investor akan tertuju pada rilis data produk domestik bruto (PDB), produksi industri, dan penjualan ritel China. Selain itu, pelaku pasar juga menantikan laporan keuangan ASML, pemasok peralatan pembuat chip AI terbesar di dunia, serta sejumlah emiten besar Amerika Serikat seperti BNY, Johnson & Johnson, BlackRock, dan United Airlines.