Bursa Asia Lesu Selasa (7/7) di Tengah Lonjakan Proyeksi Laba Samsung & Pelemahan Yen



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Asia bergerak melemah pada perdagangan Selasa (7/7/2026), meski proyeksi lonjakan laba kuartalan Samsung Electronics yang didorong tingginya permintaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sempat memberikan sentimen positif.

Di saat yang sama, yen Jepang tetap bertahan di dekat level terendah dalam hampir 40 tahun di tengah spekulasi intervensi pemerintah.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Turun Tipis ke Rp 17.996 Per Dolar AS Hari Ini (7/7), Asia Naik


Mengutip Reuters, saham Samsung Electronics, produsen chip memori terbesar di dunia, memperkirakan laba operasional periode April–Juni melonjak 19 kali lipat secara tahunan menjadi 89,4 triliun won (US$ 58,44 miliar). Capaian tersebut menjadi rekor laba operasional kuartalan ketiga secara berturut-turut.

Meski demikian, pasar saham Korea Selatan justru merosot 4,1%. Sementara itu, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,73% dan indeks Nikkei Jepang melemah 1,08%.

Kepala Ekonom Daiwa Securities Toru Suehiro mengatakan, reli saham-saham yang terkait AI lebih banyak didorong oleh kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi global dan inflasi.

Menurutnya, meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk konflik yang melibatkan Iran, membuat investor mencari perlindungan pada saham-saham sektor teknologi, khususnya semikonduktor.

"Pergerakan harga saham akan lebih sehat jika sejalan dengan kondisi ekonomi riil. Namun kondisi tersebut tidak berubah dengan cepat, sehingga pasar kemungkinan masih akan bergerak dalam kisaran terbatas (range-bound)," ujarnya.

Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (7/7): Harga Jual & Buyback Kompak Turun Rp 15.000

Di Wall Street, ketiga indeks utama ditutup menguat pada perdagangan Senin (6/7). Dow Jones Industrial Average naik 0,29%, S&P 500 menguat 0,72%, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 1,12%.

Sentimen positif datang dari optimisme bahwa ledakan investasi AI akan mendorong kinerja laba emiten teknologi pada musim laporan keuangan kuartal II.

Selain itu, produsen chip Korea Selatan SK Hynix memulai penawaran saham di Amerika Serikat untuk menghimpun dana sebesar 43 triliun won (US$ 28,07 miliar). Perseroan dikabarkan telah memperoleh indikasi permintaan hingga US$ 7 miliar dari investor besar.

Sementara itu, Broadcom mengumumkan perluasan kemitraannya dengan Apple hingga 2031 untuk mengembangkan dan memasok chip khusus.

Yen masih tertekan

Di pasar valuta asing, yen Jepang kembali melemah dan bertahan di dekat level terendah dalam hampir 40 tahun terhadap dolar AS. Pelemahan tersebut terjadi karena belum adanya tanda-tanda intervensi dari otoritas Jepang, meski pelaku pasar tetap mewaspadai kemungkinan aksi pembelian yen secara mendadak oleh pemerintah.

Yen diperdagangkan di atas level 162 per dolar AS dan juga mendekati posisi terlemahnya terhadap poundsterling sejak 2007 di kisaran 217,09 yen per pound.

Baca Juga: Segera Ditutup Hari Ini Jam 09.00, Pemesanan IPO Saham PRDL Diserbu 1,2 Juta SID

Analis Senior MUFG Bank Akihiko Yokoo mengatakan pasar juga mencermati lelang obligasi pemerintah Jepang tenor 30 tahun yang digelar Selasa.

Menurutnya, apabila hasil lelang kurang diminati investor, imbal hasil obligasi pemerintah dapat meningkat lebih lanjut dan mempercepat tekanan jual terhadap yen.

Sementara itu, indeks dolar AS naik tipis 0,03% ke level 100,89, sedangkan euro melemah tipis 0,01% menjadi US$ 1,1439.

Minyak naik tipis, emas melemah

Di pasar komoditas, harga minyak bergerak menguat terbatas setelah sebelumnya kembali ke level sebelum pecahnya perang Iran.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,54% menjadi US$ 68,92 per barel, sedangkan Brent menguat 0,49% ke US$ 72,34 per barel.

Pelaku pasar masih memantau perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran setelah Presiden Donald Trump kembali menegaskan bahwa Washington akan mencapai kesepakatan dengan Teheran atau "menyelesaikan masalah tersebut" melalui langkah lain.

Baca Juga: Cek Rekening! Dividen MYOR-SCCO-BLES-TOSK Cair Hari Ini, Simak Besarannya!

Fokus investor pekan ini juga tertuju pada KTT NATO di Turki yang akan dihadiri Trump, serta risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dirilis Rabu (8/7).

Risalah tersebut akan menjadi petunjuk awal mengenai arah kebijakan moneter di bawah Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik tipis menjadi 4,483%.

Sementara itu, harga emas turun 0,49% menjadi US$ 4.143,59 per ons, harga perak melemah hampir 1% menjadi US$ 61,47 per ons, dan harga tembaga turun 0,21% menjadi US$ 13.375 per ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: