Bursa Asia mengekor kekhawatiran pasar AS



SINGAPURA. Bursa Asia menyusut pada perdagangan Kamis pagi (18/5), mengekor Wall Street yang ditutup dengan penurunan di atas 1% akibat kegaduhan politik AS.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 merosot 1,27%, akibat tren pelemahan dollar AS. Pagi ini, pasangan USD/JPY turun ke 111,13, namun masih di sekitar level pelemahan dollar AS yang sempat mencapai ¥ 113 di awal pekan ini.

Bursa Jepang pagi ini tidak banyak merespon angka Produk Domestik Bruto (PDB) setempat periode Januari-Maret yang mencapai 2,2% year on year. Padahal, angka yang dirilis sebelum pasar dibuka ini, lebih tinggi ketimbang perkiraan analis di Reuters yaitu 1,7%.


Masih di kawasan Asia, Indeks Kospi di Korea Selatan kehilangan 0,52%  dan Indeks S&P/ASX 200 di Australia merosot 1,21%.

Bursa AS tadi malam kehilangan lebih dari 1% didorong kekhawatiran pasar bahwa Presiden Donald Trump lebih sibuk mengurus tuduhan FBI ketimbang mencari cara menggolkan janji-janji ekonominya. 

"Pelaku pasar melihat tidak ada harapan, korporasi mendapat pemangkasan pajak lewat kongres jika Trump terus menghadapi masalah hukum," tulis Commonwealth Bank of Australia, dikutip CNBC. 

AS hari ini membentuk Special Counsil yang dipimpin mantan Kepala FBI Bob Mueller untuk melanjutkan penyelidikan intervensi Rusia pada kemenangan pemilu Trump tahun 2016 lalu. Penyelidikan atas intervensi Rusia ini yang diduga kuat menjadi penyebab Trump memecat Kepala FBI James Comey awal pekan lalu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia