Bursa Asia Menguat Rabu (1/4) Pagi, Harapan Reda Perang Iran Dorong Sentimen Global



KONTAN.CO.ID - Pasar saham dan obligasi Asia menguat pada awal perdagangan Rabu (1/4/2026), didorong optimisme meredanya konflik Iran.

Sementara itu, dolar Amerika Serikat (AS) melemah seiring meredanya permintaan aset safe haven.

Melansir Reuters, indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik 2,7%, mengakhiri tren pelemahan empat hari.


Baca Juga: Aktivitas Pabrik Korea Selatan Menguat, Ditopang Permintaan Semikonduktor

Di Korea Selatan, indeks Kospi melonjak hingga 5,5%, sementara Nikkei 225 sempat naik 3,9%.

Sentimen positif muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran berpotensi berakhir dalam dua hingga tiga pekan tanpa harus menunggu kesepakatan formal.

Strategis mata uang National Australia Bank, Rodrigo Catril, menilai pasar merespons positif sinyal adanya komunikasi antara kedua pihak, meski kesepakatan damai masih belum pasti.

“Pasar melihat adanya kemauan untuk mengakhiri konflik, meskipun perbedaan posisi masih besar,” ujarnya.

Di pasar global, kontrak berjangka indeks S&P 500 naik 0,3% dan Nasdaq menguat 0,5%, melanjutkan reli Wall Street yang sebelumnya mendorong S&P 500 naik 2,9%.

Harga minyak relatif stabil, dengan Brent naik 1,1% ke US$105,16 per barel, memulihkan sebagian penurunan sehari sebelumnya.

Baca Juga: Kisah Menegangkan Kapal Tanker LPG India Lolos dari Selat Hormuz Lewat Rute Rahasia

Saham Korea dan Jepang Memimpin

Penguatan signifikan terjadi di Korea Selatan, didorong data ekonomi yang melampaui ekspektasi. Saham Samsung Electronics melonjak 8%, sementara SK Hynix naik 7,8%.

Ekspor Korea Selatan tercatat tumbuh 48,3% secara tahunan pada Maret, jauh di atas perkiraan pasar.

Selain itu, aktivitas manufaktur juga mencatat ekspansi tercepat dalam lebih dari empat tahun, didorong permintaan semikonduktor dan peluncuran produk baru.

Di Jepang, survei menunjukkan sentimen bisnis manufaktur membaik pada kuartal I-2026, menandakan ketidakpastian global belum berdampak signifikan terhadap dunia usaha.

Baca Juga: Nikkei Melonjak 3% Rabu (1/4) Pagi, Harapan Reda Konflik Iran Dorong Sentimen Pasar

Dolar Melemah, Ekspektasi The Fed Bergeser

Indeks dolar AS naik tipis 0,1% ke 99,80 setelah sebelumnya mencatat penurunan harian terbesar sejak 19 Maret.

Investor mulai menilai ulang peluang kebijakan moneter Federal Reserve.

Pasar kini memperkirakan peluang 32% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Juli, naik dari hanya 7,5% sehari sebelumnya, menurut CME FedWatch.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 1,2 basis poin ke 4,297%.

Di pasar kripto, Bitcoin turun 0,3% ke US$67.988, sementara Ether melemah 0,2% ke US$2.100.