Bursa Asia Menguat Senin (5/1) Pagi, Investor Abaikan Dampak Gejolak Venezuela



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Asia dibuka menguat pada Senin (5/1/2026), sementara harga minyak bergerak volatil, seiring investor mengabaikan dampak langsung aksi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela dan bersiap menghadapi padatnya agenda rilis data ekonomi pada pekan perdagangan penuh pertama tahun ini.

Melansir Reuters, Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,3%, sedangkan kontrak berjangka S&P 500 e-mini menguat 0,1%.

Pelaku pasar menilai risiko ekonomi global dari perkembangan geopolitik di Venezuela masih terbatas dalam jangka pendek.


Baca Juga: Amerika Kian Agresif: Usai Maduro, Trump Bidik Greenland dan Kuba

Akhir pekan lalu, Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Presiden AS Donald Trump menyatakan Venezuela akan berada di bawah kendali sementara Amerika Serikat.

Kepala Ekonom Capital Economics, Neil Shearing, menilai dampak ekonomi global dari peristiwa tersebut relatif kecil.

“Penyingkiran Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS kecil kemungkinannya menimbulkan konsekuensi ekonomi global dalam jangka pendek. Namun, dampak politik dan geopolitiknya akan terus bergema,” ujarnya.

Baca Juga: Jika China Menyerang Taiwan, Ini Gambaran Perang Terbesar di Abad 21

Minyak Berfluktuasi, OPEC+ Tahan Produksi

Harga minyak mentah WTI bergerak naik turun dan terakhir menguat tipis 0,1% ke level US$57,36 per barel.

Pasar mencermati dampak intervensi AS di Venezuela serta keputusan OPEC+ yang mempertahankan tingkat produksi.

Chief Strategist BCA Research, Marko Papic, mengatakan tekanan penurunan harga minyak relatif terbatas.

“Venezuela membutuhkan bantuan besar, baik dari sisi modal maupun teknologi, untuk memulihkan produksi mendekati kapasitas maksimalnya. Kami melihat justru ada potensi risiko kenaikan harga minyak,” ujarnya.

Baca Juga: Pemerintah Venezuela Kompak Bersatu Mendukung Presiden Maduro

Saham Regional dan Aset Global

Di kawasan Asia, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 2,5% dan menyentuh level tertinggi dalam dua bulan, sementara indeks Kospi Korea Selatan naik 2% dan mencetak rekor tertinggi baru.

Indeks dolar AS menguat 0,1% ke level 98,55, memperpanjang kenaikan selama lima hari berturut-turut. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik tipis 0,2 basis poin ke 4,187%.

Harga emas melonjak 1% ke US$4.371,29 per ons troi. Di pasar kripto, Bitcoin menguat 0,2% ke US$91.452,90, sementara ether bergerak mendatar di level US$3.141,29.

Selanjutnya: Bridgerton dan 5 Buku Klasik untuk Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris, Wajib Baca

Menarik Dibaca: Bridgerton dan 5 Buku Klasik untuk Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris, Wajib Baca