Bursa Asia merah, IHSG pagi pun melemah



JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengekor pergerakan bursa regional pagi ini (15/6). Berdasarkan data RTI, pada pukul 09.10 WIB, indeks mencatatkan penurunan 0,3% menjadi 4.803,5.

Sementara itu, dari sepuluh sektor yang ada, hanya tiga sektor yang berhasil naik. Adapun tiga sektor dengan penurunan terbesar di antaranya: sektor barang konsumen turun 1,66%, sektor manufaktur turun 1,31%, dan sektor industri dasar turun 0,64%.

Saham-saham yang berada di jajaran top losers pagi ini di antaranya: PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) turun 9,76% menjadi Rp 148, PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) turun 9,52% menjadi Rp 152, dan PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) turun 8,4% menjadi Rp 109.


Sedangkan di posisi top gainers, terdapat saham-saham: PT Hero Supermarket Tbk (HERO) naik 7,76% menjadi Rp 1.180, PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO) naik 7,55% menjadi Rp 57, dan PT Hanson International Tbk (MYRX) naik 7,23% menjadi Rp 89.

Bursa Asia memerah

Bursa Asia pun bernasib sama. Data Bloomberg menunjukkan, Rabu (15/6), indeks MSCI Asia Pacific turun 0,4% menjadi 126,09. Dalam empat hari terakhir, indeks acuan di kawasan regional ini sudah anjlok 4,4%.

Sentimen pemberat langkah bursa Asia masih datang dari isu kemungkinan hengkangnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa. Hal ini tersirat dari hasil polling terbaru yang mengindikasikan lebih banyak warga Inggris yang mendukung Brexit.

Selain itu, pelaku pasar juga masih menunggu hasil rapat the Fed yang berakhir hari ini. Para trader memprediksi, kemungkinan the Fed untuk menaikkan suku bunga saat ini adalah 0%. Selain itu, terdapat 16% kemungkinan pengetatan kebijakan moneter pada pertemuan Juli mendatang.

Di sisi lain, Bank of Japan akan mengumumkan kebijakannya pada Kamis (16/6) besok.

Sekadar tambahan informasi, indeks Topix Jepang turun 0,5%, menuju level terendah sejak 12 Februari lalu. Sedangkan indeks Kospi Korea Selatan turun 0,2%, indeks S&P/NZX 50 turun 0,1%, dan indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,6%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie